Kampanye Kandidat Pilpres Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37772-kampanye_kandidat_pilpres_iran
Kandidat pemilu presiden ke-12 Republik Islam Iran terus melanjutkan kampanyenya dan menjelaskan kinerjanya kepada warga.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
May 17, 2017 15:02 Asia/Jakarta
  • Kandidat Pilpres Iran
    Kandidat Pilpres Iran

Kandidat pemilu presiden ke-12 Republik Islam Iran terus melanjutkan kampanyenya dan menjelaskan kinerjanya kepada warga.

Sayid Ebrahim Raeisi, kandidat pilpres ke-12 Iran Selasa (16/5) saat berada di kota Bushehr, selatan Iran menjelaskan isu-isu dan kendala yang dihadapi pemuda yang akan memasui jenjang pernikahan, pengangguran dan perumahan. Raeisi mengatakan, kesulitan 11 juta pemuda Iran yang siap menikah akan dapat diselesaikan melalui tekad serius.

Pada hari yang sama, Raeisi di depan pendukungnya yang berkumpul di Musalla Tehran mengungkapkan bahwa kunci solusi bagi kendala nasional berada di tangan pemuda Iran yang penuh komitmen dan memiliki spesialisasi unggul. “Jutaan lapangan pekerjaan dapat dibuka dengan mengaktifkan ekonomi yang kokoh, ekonomi dunia maya dan penggerak ekonomi,” papar Raeisi.

Seraya menekankan urgensitas memerangi penyelundupan barang, Raeisi menambahkan, “Harus dioperasikan sistem data yang mampu mengawasi arus ekspor dan impor secara makro dan kemudahan pembayaran demi menyelesaikan isu penyelundupan barang.”

Hassan Rouhani, presiden petahana dan kandidat pilpres ke-12 di depan para simpatisannya di kota Zanjan, barat Tehran seraya menekankan bahwa pemuda harus mendapat kepercayaan mengatakan, “Musuh Iran takut kepada pemuda, karena revolusi dan pemerintahan Islam milik seluruh pemuda.”

Rouhani menyebut jaminan terhadap kebutuhan gas, air, listrik, internet dan jalan sebagai kebutuhan mendasar warga desa. “Dewasa ini kondisi kesehatan dan pengobatan warga semakin baik dan seluruh rakyat mendapat asuransi kesehatan. Upaya ini harus terus dilanjutkan,” tegas Rouhani.

Kandidat presiden Iran ini menilai warga Zanjan pemberani dan giat serta menjelaskan, Zanjan adalah tanah warga yang rajin dan tekun yang senantiasa berada di front terdepan dalam membela negara.

Sementara itu, Mostafa Mir-Salim, salah satu kandidat presiden lainnya saat berbicara di Universitas Zanjan mengatakan, Dibutuhkan kinerja ilmiah yang teliti di bidang produksi dan ketenagakerjaan serta harus bertumpu pada pemahaman kondisi negara.

Seraya mengisyaratkan peran universitas dalam meajukan aktivitas Iran, Mir-Salim menambahkan, universitas merupakan tempat training sumber daya yang dibutuhkan negara dan hal ini harus mendapat perhatian.

Kandidat pilpres ke-12 ini menyatakan, dengan bersandar pada kekuatan moral, universitas, anggota dewan ilmiah dan mahasiswa elit, beragam kendala dan kesulitan dapat diatasi.

Adapun Mostafa Hashemitaba, salah satu kandidat presiden lainnya saat diwawancarai IRIB terkait isu properti mengatakan, isu properti tidak dapat diselesaikan oleh negara tanpa bantuan pihak lain, karena isu ini menempati posisi kedua di sektor ekonomi.

Hashemitaba terkait hak milik intelektual mengingatkan, sudah ada undang-undang mengenai hal ini, namun masih belum cukup dan undang-undang tersebut membutuhkan perbaikan.

Terkait pengunduran dirinya dari kandidat presiden, Hashemitaba mengungkapkan dirinya memasuki persaingan dengan pemikiran dan ideologi khusus, ia tidak melihat peluang tepat untuk mengundurkan diri.

Sementara itu, Eshaq Jahangiri, kandidat lainnya hari Selasa (16/5) merilis statemen pengunduran dirinya sebagai kandidat di pilpres ke-12 dan memberikan suaranya untuk Hassan Rouhani.

Tak hanya Jahangiri dan Hashemitaba yang mengundurkan diri, Mohammad Bagher Ghalibaf hari Senin (15/5) juga menyatakan mengundurkan diri sebagai kandidat presiden dan menyeru seluruh pendukungnya untuk memilih Sayid Ebrahim Raeisi. (MF)