Pemilu Presiden Iran
-
Pemilu presiden Iran
Rakyat Iran hari ini (Jumat,19 Mei 2017) sejak pukul 08:00 pagi waktu setempat, meramaikan tempat-tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih presiden. Dalam pilpres ini, kandidat petahana Presiden Hassan Rouhani akan menghadapi penantang beratnya, Sayid Ebrahim Raeisi.
Dua capres lain adalah mantan Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam, Sayid Mostafa Mirsalim dan mantan Menteri Perindustrian Iran, Sayid Mostafa Hashemi-Taba
Antrian panjang para pemilih terlihat di seluruh TPS di Iran, di mana lebih dari 56 juta orang berhak untuk memilih. Pemungutan suara akan ditutup pada pukul 18:00 sore, namun batas waktu itu kemungkinan besar akan diperpanjang di tengah sambutan luas pemilih. Pilpres 2017 diadakan secara nasional di Iran dan di 102 negara lain.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, hadir di Husainiyah Imam Khomeini di Tehran untuk memberikan hak suaranya dan mengimbau partisipasi lebih luas dan lebih cepat dari masyarakat dalam mendatangi TPS.
Ayatullah Khamenei menggambarkan pilpres 2017 sebagai hal yang sangat penting, dan mengatakan nasib negara berada di tangan rakyat. "Saya yakin sebuah pekerjaan yang baik harus segera dikerjakan dan tidak boleh ditunda. Saya juga yakin pemilihan presiden sangat penting," tegasnya.
Hari ini, rakyat Iran kembali mempertontonkan partisipasi politik mereka secara nyata. Partisipasi politik ini merupakan keterlibatan langsung untuk memilih presiden, pejabat tertinggi kedua di Iran setelah Pemimpin Besar Revolusi Islam.
Partisipasi ini merupakan indikasi dari kebersamaan rakyat dengan sistem Republik Islam Iran selama 38 tahun usia revolusi. Suara mereka dalam pemilu juga akan meningkatkan kekuatan dan keamanan nasional Iran.
Demokrasi agama di Iran mengakui peran penting untuk masyarakat. Dalam demokrasi model ini, rakyat akan menjadi penentu untuk memilih sosok yang tepat untuk mengatur urusan negara selama empat tahun ke depan.
Pilpres di Iran benar-benar merefleksikan tekad masyarakat dan pemenang pemilu akan ditentukan oleh jumlah perolehan suara. Oleh karena itu, rakyat Iran sangat antusias untuk menggunakan hak suaranya dan memenangkan calon favoritnya.
Pelaksanaan pemilu yang aman dan damai di Iran akan merusak kalkulasi musuh dan memperkuat posisi Republik Islam pada tingkat regional dan internasional.
Pesta demokrasi ini selain dilaporkan oleh awak media Iran, juga diliput secara langsung oleh sekitar 570 wartawan internasional dari 42 negara. (RM)