Iran Sambut Dialog Internal Baghdad-Erbil
-
Bahram Qasemi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan, Republik Islam Iran menyambut dialog internal antara Baghdad dan Erbil untuk menyelesaikan sengketa kedua pihak.
IRIB (14/8) melaporkan, Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran, Senin (14/8) menegaskan, pemerintah dan rakyat Irak dengan solidaritas dan persatuan, hingga kini berhasil meraih sejumlah prestasi gemilang dalam perang melawan terorisme, dan membebaskan wilayah-wilayah yang diduduki Daesh.
Sekarang, kata Qasemi, di fase baru ini, dengan semangat kesepahaman dan persaudaraan, melalui dialog internal yang konstruktif, pemerintah dan rakyat Irak akan mampu melakukan lompatan besar dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan kokoh yang merupakan prasyarat pembangunan.
Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, Republik Islam Iran sebagai negara tetangga dan sahabat Irak, dengan memahami nasib bersama bangsa-bangsa kawasan, mengharapkan kesuksesan bagi pemerintah dan rakyat Irak. Iran sebagaimana sebelumnya, ingin menjalin hubungan terbaik dengan seluruh elemen politik dan sosial, agama dan etnis Irak.
Ia menambahkan, Tehran di fase baru siap membantu pembangunan Irak dengan seluruh pengalaman dan kapasitas yang dimilikinya.
Menurut keterangan pejabat Irak, sebuah delegasi pejabat wilayah Kurdistan bertolak ke Baghdad untuk berunding dengan pejabat Irak terkait masalah referendum pemisahan diri Kurdistan dari Irak.
Sejumlah partai politik Kurdistan, Irak pada 7 Juni 2017 dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Masoud Barzani, Pemimpin Kurdistan menyetujui diadakannya referendum pemisahan diri wilayah itu dari Irak pada 25 September 2017. Rencana itu mendapat penentangan dari pemerintah dan kalangan politik Irak, juga dari negara-negara kawasan.
Saad Al Hadithi, Jubir Kantor Perdana Menteri Irak, Ahad (13/8) mengatakan, masa depan Irak ditentukan oleh seluruh rakyat. Ia juga menekankan dialog sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan sengketa Baghdad-Erbil. (HS)