Komandan Iran: Referendum Kurdistan Picu Perang Baru di Irak
-
Mayjen Mohammad Bagheri
Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran memperingatkan soal dampak penyelenggaraan referendum di wilayah Kurdistan, Irak.
Sejumlah partai politik Kurdistan, Irak pada 7 Juni 2017 lalu dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Masoud Barzani, Pemimpin wilayah Kurdistan, menyepakati penyelenggaraan referendum pemisahan diri wilayah itu dari Irak pada 25 September 2017 mendatang.
IRIB (16/8) melaporkan, Mayjen Mohammad Bagheri, Rabu (16/8) petang setelah bertemu dengan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki di Ankara mengatakan, penyelenggaraan referendum di wilayah Kurdistan, Irak akan menjadi sumber munculnya serangkaian ketegangan dan perang baru di negara itu.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menambahkan, pandangan Iran dan Turki terkait referendum di Kurdistan, Irak, sama, karena dilakukannya langkah tersebut bisa membawa dampak-dampak yang berpengaruh pada negara-negara tetangga Irak termasuk Iran dan Turki.
Mayjen Bagheri, Rabu (16/8) petang bertemu dengan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki di istana kepresidenan negara itu di Ankara.
Sebelumnya Bagheri dalam pertemuan dengan Nurettin Canikil, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki menyinggung soal kedekatan budaya, sejarah dan geografis Iran dan Turki. Ia menuturkan, perbatasan Iran dan Turki sejak 400 tahun selalu menjadi perbatasan yang bersahabat. (HS)