Tahun Ekonomi Muqawama: Pelaksanaan dan Implementasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i4381-tahun_ekonomi_muqawama_pelaksanaan_dan_implementasi
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, atau Rahbar, Ahad pagi (20/3) menyampaikan pesan Tahun Baru 1395 HS, dan menyebut tahun lalu sebagai akumulasi dari berbagai kemanisan dan kegetiran, berbagai fluktuasi dan mencakup berbagai peluang dan ancaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 20, 2016 15:18 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, atau Rahbar, Ahad pagi (20/3) menyampaikan pesan Tahun Baru 1395 HS, dan menyebut tahun lalu sebagai akumulasi dari berbagai kemanisan dan kegetiran, berbagai fluktuasi dan mencakup berbagai peluang dan ancaman.

Beliau menyinggung insiden Mina sebagai contoh kegetiran tahun lalu dan pelaksanaan pawai akbar 22 Bahman dan pemilu 26 Februari sebagai contoh peristiwa manis pada tahun 1394 HS. Seraya menyinggung tercapainya JCPOA serta berbagai harapan dan kekhawatiran di dalamnya, Rahbar menekankan pentingnya upaya ganda untuk mengubah ancaman menjadi peluang.

Ayatullah Khamenei juga menilai masalah ekonomi sebagai prioritas utama dan menekankan tiga faktor penting yaitu peningkatan produksi dalam negeri, pengadaan lapangan kerja dan pemberantasan pengangguran, serta pemulihan geliat ekonomi dan pemulihan stagnansi [ekonomi], sebagai masalah utama dalam perekonomian negara.

Rahbar menyebut syarat untuk menggapai keberhasilan tersebut adalah kerja keras dan upaya berlandaskan Ekonomi Muqawama. Beliau menjelaskan masalah pengangguran, stagnansi ekonomi, kenaikan harga komoditi, perlawanan terhadap ancaman musuh, dan penciptaan dan pemanfaatan berbagai peluang untuk negara, dapat dilakukan dengan menggunakan pedoman Ekonomi Muqawama.

Oleh karena itu, Ayatullah Khamenei menamai tahun baru ini dengan “Tahun Ekonomi Muqawama; Pelaksanaan dan Implementasi” serta menyebut faktor-faktor kunci dalam gerakam ini sebagai jalan lurus dan terang menuju tujuan utama dalam menghadapi berbagai ancaman.

Poin penting dalam pernyataan Rahbar adalah penunjukan jalur pemikiran yang benar dan faktual dalam melihat transformasi masa lalu dan mendatang, serta pengedepanan kepentingan dan maslahat umum, ketimbang kepentingan jangka pendek dan dangkal.

Adapun sisi penting lainnya adalah penekanan Rahbar pada urgensi identifikasi berbagai peluang dan ancaman pasca JCPOA. Ini menunjukkan bahwa seluruh peluang dan ancaman yang ada jangan sampai dianggap remeh.

Akar utama dari ancaman tersebut dapat ditelusuri pada berbagai perkemebangan regional pada tahun lalu. Musuh Republik Islam Iran, tahun lalu, telah menggulirkan berbagai macam propaganda untuk menolak pemerintahan Republik Islam dan juga untuk melemahkan semangat rakyat serta mengoyak independensi bangsa Iran. Akan tetapi meski demikian, mereka gagal merusak pilar-pilar Revolusi dan Republik Islam Iran. Dengan berupaya mengisolasi Republik Islam, mereka ingin mereduksi pengaruh nilai-nilai Revolusi Islam dan akhirnya mereka gagal. Sementara semua keberhasilan yang dicapai bangsa Iran bersamaan dengan berbagai pelanggaran kaum adidaya khususnya Amerika Serikat.

Adapun Rahbar dengan menganalisa berbagai peristiwa getir dan manis tahun lalu, menekankan bahwa bangsa Iran harus mampu keluar dari lingkaran resiko ancaman musuh, dengan memanfaatkan semua peluang dan mengubah ancaman menjadi peluang, guna menekan resiko tersebut hingga pada titik nol.

Rahbar juga berharap semua masalah dapat diselesaikan dalam satu tahun pasca JCPOA. Akan tetapi yang menjadi penekanan beliau adalah tekad dan animo bangsa Iran untuk berupaya menyelesaikan masalah, menghadapi tantangan, memanfaatkan peluang, dan melawan ancaman musuh.