Presiden Iran: PBB-OKI harus Tangani Muslim Rohingya dengan Tepat
-
Hassan Rouhani, Presiden RII (tengah)
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, pengabaian terhadap pelanggaran luas hak-hak dasar penduduk Muslim Rohingya akan mendorong ektremisme.
Hassan Rouhani mengatakan hal itu dalam pertemuan Kelompok Kontak Myanmar, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di New York, Selasa (19/9/2017).
Ia menuntut PBB dan OKI untuk menanggapi kondisi buruk umat Islam Myanmar dengan tepat.
"Pemerintah Myanmar harus memahami bahwa pengusiran penduduk dari tanah airnya dan membuat mereka mengungsi ke negara-negara lain bukanlah solusi bagi krisis di negara ini," kata Rouhani.
Ia menambahkan, pemerintah Myanmar harus menyembuhkan "rasa sakit lama" komunitas Muslim di negara ini dengan secara efektif menghidupkan kembali hak kewarganegaraan mereka.
Rouhani menegaskan, Iran selalu siap untuk memberikan bantuan kepada Muslim tertindas Myanmar.
"Republik Islam Iran mendukung segala bentuk solusi yang menjamin penghormatan penuh terhadap Hak Asasi Manusia, martabat manusia dan keamanan Muslim Rohingya di Myanmar," pungkasnya.
Serangan terbaru militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, yang dimulai pada 25 Agustus 2017 menewaskan lebih dari 6.000 orang dan melukai 8.000 lainnya serta menyebabkan lebih dari 400.000 orang mengungsi.
Sejak tahun 2012, wilayah Rakhine menjadi ajang serangan militer Myanmar dan ekstremis Budha terhadap Muslim Rohingya. Hak-hak sipil sekitar satu juta Muslim Rohingya di Myanmar telah dirampas oleh pemerintah negara ini. (RA)