Rahbar: Washington dan Pihak Asing Ingin Ciptakan Israel Baru di Kawasan
-
Erdogan dan Rahbar
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan Amerika Serikat dan Israel mengeruk keuntungan dari referendum wilayah Kurdistan Irak, seraya menekankan bahwa Washington dan kekuatan asing sedang berupaya menciptakan Israel baru.
"Amerika Serikat dan kekuatan asing tidak dapat dipercaya dan berusaha menciptakan Israel baru di kawasan," kata Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Tehran pada Rabu (4/10/2017).
Ayatullah Khamenei menekankan bahwa referendum Kurdistan Irak merupakan pengkhianatan terhadap kawasan dan ancaman bagi masa depan Timur Tengah, serta memperingatkan tentang dampak jangka panjang referendum tersebut bagi negara-negara tetangga Irak.
Rahbar menegaskan "Iran dan Turki harus bertindak untuk melawan langkah tersebut dan pemerintah Irak juga harus mengambil keputusan dan bertindak serius."
Ayatullah Khamenei menegaskan musuh berusaha menjauhkan Iran dan Turki dari transformasi regional, dan bahwa pihak asing serta Israel berusaha mengadu-domba negara-negara regional.
Rahbar menekankan urgensi kerja sama Iran-Turki terkait transformasi penting di dunia Islam.
Beliau juga menyatakan puas atas kerja sama Tehran-Ankara selama perundingan Astana soal Suriah, yang menurutnya telah menghasilkan perbaikan situasi di negara Arab itu. Namun Rahbar menyatakan khawatir isu terorisme Daesh dan Takfiri tidak akan terpecahkan kecuali diambil rencana jangka panjang.
Di bagian lain pernyataannya, Rahbar mengharapkan peningkatan lebih lanjut hubungan ekonomi antara Iran dan Turki .
Di lain pihak, Presiden Turki, menggarisbawahi pentingnya aliansi kuat antara Iran dan Turki di kawasan.
Menyinggung referendum pemisahan diri Kurdistan Irak, Presiden Turki mengatakan Ankara, Baghdad dan Tehran harus mengambil tindakan bersama untuk melawan langkah tersebut.
Menurut Erdogan, berdasarkan bukti yang tak terbantahkan, AS dan Israel telah mencapai kesepakatan soal referendum Kurdistan dan sangat disesalkan pemimpin Kurdistan Irak, Massoud Barzani telah membuat kesalahan besar.
Ditambahkannya, referendum pemisahan diri Kurdistan Irak dapat diterima oleh negara-negara tetangga Irak.(MZ)