Dubes Iran untuk PBB: Israel Ciptakan Tragedi Terpanjang dalam Sejarah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46101-dubes_iran_untuk_pbb_israel_ciptakan_tragedi_terpanjang_dalam_sejarah
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, rezim Zionis Israel hingga sekarang telah mengabaikan 68 resolusi Dewan Keamanan PBB
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 19, 2017 02:34 Asia/Jakarta
  • Gholamali Khoshroo, Dubes RII untuk PBB.
    Gholamali Khoshroo, Dubes RII untuk PBB.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, rezim Zionis Israel hingga sekarang telah mengabaikan 68 resolusi Dewan Keamanan PBB

"Sejarah rezim Israel dimulai dengan pendudukan atas tanah Palestina dan dilanjutkan dengan agresi terhadap negara-negara lain," kata Gholamali Khoshroo dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Rabu (18/10/2017) yang membahas tentang kondisi Timur Tengah dan Palestina.

Ia menambahkan, pendudukan rezim Zionis terhadap Palestina dan kebijakan ekspansionismenya adalah sumber dan pusat dari semua krisis Timur Tengah.

Khoshroo lebih lanjut menyinggung dukungan komprehensif Amerika Serikat kepada rezim penjajah al-Quds, dan mengatakan, Israel dengan dukungan AS telah melakukan penjajahan dan kejahatan yang tidak terhitung jumlahnya terhadap rakyat Palestina, serta menciptakan tragedi terpanjang dalam sejarah.

Dubes Iran untuk PBB menegaskan, senjata pemusnah massal (kimia, biologi dan nuklir) milik rezim Zionis merupakan bahaya terbesar bagi perdamaian dan keamanan Timur Tengah.

Khoshroo juga menyebut AS, rezim Zionis dan sekutunya sebagai pencipta dan pendukung kelompok-kelompok teroris di kawasan.

"Hingga sekarang, tidak ada negara yang setara dengan Republik Islam Iran dalam menumpas kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS)," ujarnya seperti dikutip IRNA.

Ia menuturkan, Iran telah mencegah terbentuknya apa yang disebut sebagai khilafah kelompok teroris takfiri Daesh dari Damaskus hingga Baghdad.

Dubes Iran untuk PBB juga menyinggung pendekatan permusuhan Donald Trump, Presiden AS terhadap Iran dan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

"Upaya AS untuk menghapus JCPOA bertentangan dengan keinginan masyarakat dunia," tuturnya.

Hari ini, lanjut Khoshroo, AS terkucil di masyarakat internasional dalam menghadapi kebijakan dan posisi bijak Iran. (RA)