Larijani: AS Bermain-main, Tidak Perangi Terorisme
-
Larijani di Pakistan
Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, menyatakan Amerika Serikat tidak jujur dalam kampanyenya melawan terorisme dan bahwa Washington hanya "bermain-main."
Larijani menyampaikan hal itu di hadapan para wartawan di ibukota Pakistan, Islamabad, Senin (25/12/2017), di sela-sela konferensi soal tantangan terorisme dan konektivitas inter-regional.
Dikatakannya bahwa Republik Islam mengecam terorisme dalam segala bentuknya dan menekankan bahwa AS telah menciptakan kelompok teroris, termasuk Daesh, untuk menghancurkan sumber daya negara-negara Islam dan melayani kepentingan rezim Israel.
Larijani mengatakan bahwa AS menyerang Afghanistan pada tahun 2001 dengan dalih memerangi terorisme dan penanaman narkotika, namun produksi narkoba telah meningkat lebih dari 45 persen di negara tersebut.
Ada sekitar 400 laboratorium di Afghanistan, yang memproduksi heroin, katanya, seraya mengkritik kelambanan NATO dalam hal ini.
Sebuah survei terbaru oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Afghanistan mengungkapkan bahwa produksi opium meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya.
Afghanistan adalah penghasil opium terbesar di dunia. Militan Taliban terlibat dalam budidaya opium terutama di wilayah yang berada di bawah kendali mereka.
Lebih dari 16 tahun setelah invasi pimpinan AS ke Afghanistan, keamanan tetap rapuh di negara itu. Pasukan koalisi pimpinan AS mengalihkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Afghanistan pada tahun 2014, meskipun sekitar 13.000 tentara NATO masih berada di Afghanistan.