Di Sidang PBB, Dubes Iran Ungkap Daftar Panjang Kejahatan AS
-
Duta Besar Republik Islam Iran untuk PBB Gholamali Khoshroo.
Duta Besar Iran untuk PBB Gholamali Khoshroo, mengatakan pemerintah AS telah kehilangan kredibilitas dan kapasitas moral dan politik di mata dunia.
Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang disponsori oleh AS untuk membahas aksi demo baru-baru ini di Iran, Jumat (5/1/2018) malam.
Khoshroo, seperti dikutip IRNA, mengingatkan perwakilan AS di PBB tentang bagaimana perilaku pasukan keamanan Amerika dalam menindak para pemrotes.
"Langkah AS membawa kasus demo di Iran ke Dewan Keamanan adalah penyalahgunaan kekuatannya sebagai anggota tetap, dan juga penyalahgunaan Dewan itu sendiri," tegasnya.
"Sangat disayangkan, meski ada penentangan dari beberapa anggotanya, Dewan ini telah membiarkan dirinya dilecehkan oleh pemerintah AS yaitu; menggelar sebuah pertemuan yang berada di luar mandatnya," jelas Khoshroo.
Menurutnya, ini menunjukkan kegagalan Dewan Keamanan untuk memenuhi tanggung jawab aslinya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Dewan Keamanan, tegasnya, daripada membahas sebuah masalah yang bersifat domestik, lebih baik mengangkat isu-isu penting seperti pendudukan wilayah Palestina yang sudah berlangsung lama dan pemboman tanpa pandang bulu di Yaman dalam tiga tahun terakhir.
"Pemboman Yaman sejauh ini telah membunuh ribuan orang dan mendatangkan kelaparan, penyakit dan kehancuran bagi orang-orang Yaman. Daftar kegagalan Dewan semuanya disebabkan oleh pendekatan Amerika," tandasnya.

Dia kemudian memaparkan daftar panjang kejahatan dan intervensi AS dalam urusan internal Iran, dan mengatakan pola gangguan terus-menerus dalam proses demokratisasi di Iran dapat ditelusuri kembali pada kudeta AS terhadap perdana menteri Iran pada tahun 1953.
"Sejak saat itu, AS telah mendukung percobaan kudeta militer dan tindakan sabotase di Iran, menjatuhkan sanksi unilateral yang tidak sah dan tidak manusiawi, mendukung Saddam Hussein dalam serangan ke Iran, menembak jatuh pesawat sipil Iran yang menggugurkan 290 penumpang termasuk 66 anak-anak pada Juli 1988," paparnya.
Pewakilan Iran ini kemudian bertanya kepada para peserta sidang, mengapa Dewan Keamanan tidak pernah menggelar pertemuan untuk membahas tentang kejahatan AS ini?
Khoshroo lalu menyoroti kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir di wilayahnya.
"Aparat keamanan AS memukuli dan menyeret demonstran Gerakan Wall Street pada 2011, Garda Nasional menembaki dan membunuh mahasiswa saat protes damai berlangsung di Kent State University pada 1970, dan FBI menyerbu markas Davidian di Texas, setelah kebuntuan 51 hari, di mana menyebabkan 83 pria, wanita dan anak-anak tewas pada 1993," tambahnya.
"Sejauh ini, tidak ada yang pernah membawa kasus kejahatan dan brutalitas pemerintah AS ke Dewan Keamanan, apalagi berpikir untuk membahasnya," pungkas Khoshroo. (RM)