Berkat Revolusi Islam, Budaya Kesyahidan Hidup Kembali
-
Dewan Ahli Kepemimpinan
Ketua Dewan Ahli Kepemimpinan Iran, Ayatullah Ahmad Jannati menyatakan, menyusul kemenangan Revolusi Islam Iran, budaya pengorbanan dan kesyahidan yang sebelumnya telah terlupakan, dihidupkan kembali.
Ayatullah Jannati pada Selasa (13/3/2018) dalam pembukaan sidang Dewan Ahli Kepemimpinan keempat pada periode kelima, menjelaskan berbagai keberhasilan 40 tahun Revolusi Islam dan menambahkan: "Revolusi Islam memiliki kekuatan untuk mengelola perang dan menghadapi musuh."
Ayatullah Jannati mengatakan: Basij dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merupakan prestasi Revolusi Islam yang harus dijaga, di mana sebelum Revolusi, militer tidak memiliki kekuasaan dalam membela diri.
Ketua Dewan Ahli Kepemimpinan Iran menekankan pentingnya menjaga persatuan di Republik Islam Iran, dengan mengatakan, "Pihak harus waspada karena musuh merencanakan makar Syiah Inggris dan Sunni Amerika."
Ayatullah Jannati menambahkan: "Sejumlah pihak ingin mempertanyakan sistem Republik Islam Iran dengan dalih apapun, termasuk masalah jilbab, yang mulia dan terhormat, dan merupakan sumber kesucian."
Dalam sidang keempat Dewan Ahli Kepemimpinan Iran akan ditetapkan pemilihan dewan presidium lebaga ini. Dengan suara anggota Dewan Ahli Kepemimpinan, akan dipilih ketua, dua wakil ketua, dua sekretaris dan dua staf lembaga ini untuk masa tugas dua tahun.(MZ)