Kunjungan Putera Mahkota Saudi dan Penjualan Senjata AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i53746-kunjungan_putera_mahkota_saudi_dan_penjualan_senjata_as
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman selama beberapa hari ini sedang menikmati pertemuan dengan para pejabat Amerika. Sebuah kunjungan dengan kata kunci "penjualan senjata".
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 22, 2018 10:39 Asia/Jakarta
  • Donald Trump dan Mohammed bin Salman
    Donald Trump dan Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman selama beberapa hari ini sedang menikmati pertemuan dengan para pejabat Amerika. Sebuah kunjungan dengan kata kunci "penjualan senjata".

Kedutaan Besar Arab Saudi di Amerika dalam sebuah pernyataan menyebutkan, pertemuan yang dilakukan Bin Salman dengan para pejabat Amerika dalam beberapa hari ini menekankan soal "urgensi hubungan langsung dengan para mitra".

Sesuai dengan pernyataan ini, Bin Salman melakukan pertemuan dengan para wakil Kongres Amerika untuk membicarakan apa yang mereka sebut "upaya bersama melawan terorisme dan ancaman Iran".

Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi hari ini (Kamis, 22/3) akan diundang dalam perjamuan makan malam oleh Mike Pence, Wakil Presiden Amerika.

Sementara Donald Trump, Presiden Amerika dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi menunjukkan gambar grafik besar kepada para wartawan yang berisikan bagan penjualan senjata militer kepada Arab Saudi. Trump menyinggung daftar belanja senjata oleh Arab Saudi dan jumlah lapangan kerja yang dibuka menyusul penjualan senjata tersebut dan memintaArab Saudi membagi kekayaan negaranya dengan membeli senjata dari Amerika.

"Arab Saudi negara kaya dan mereka ingin memberikan sebagian kekayaannya dalam bentuk pembelian senjata militer," ujar Trump.

Arab Saudi sendiri berkeinginan melepaskan 5 persen sahamnya di perusahaan Aramco pada 2019. Langkah ini bisa membuat Aramco meraup dana segar sebesar 100 miliar dollar AS. Ini angka tertinggi yang pernah dibukukan pasar bursa dunia.

Sebelumnya, Trump menyinggung kunjungannya ke Arab Saudi berhasil meraih ratusan miliar dolar dalam bentuk pembelian senjata dan investasi Arab Saudi di Amerika.

Trump memilih Arab Saudi sebagai negara pertama yang dikunjunginya setelah berkuasa di Gedung Putih. Dalam kunjungannya, presiden Amerika berhasil menandatangani 110 miliar dolar kontrak penjualan senjata kepada Arab Saudi.

Menurut Amerika, memeras negara-negara Arab kaya yang disebut Trump sebagai sapi perah lebih didahulukan dari demokrasi dan hak asasi manusia.

Dengan cara pandang ini, Trump membiarkan berlanjutnya pelanggaran HAM dan demokrasi di Arab Saudi, dan memperlakukan penguasa Saudi seakan-akan negara ini sebagai tempat kelahiran demokrasi.

Amnesty International dalam laporan tahun 2018 menulis, ada pembahasan tentang reformasi dan modernitas, tapi realitasnya di Arab Saudi, setiap suara yang berbeda akan dibungkam.

Amnesti Internasional

Nina Walsh, penanggung jawab bagian konflik bersenjata di Amnesti Internasional mengatakan, penelitian lapangan mengkonfirmasi penggunaan senjata buatan Amerika, Inggris dan Perancis dalam pembantaian rakyat Yaman. Ini kejahatan perang dan kemanusiaan terbesar, tapi tidak direaksi keras oleh masyarakat internasional dan pelakunya tidak diadili.

Kekuatan finansial dan petro dolar Arab Saudi mungkin saja selama beberapa waktu dapat menyukseskan ambisi destruktif Mohammed bin Salman. Tapi ini pasti bukan alat tekan permanen, dan waktu yang akan membuktikannya.(SL/PH)