Perdamaian Global dalam Perspektif Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i55448-perdamaian_global_dalam_perspektif_iran
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif baru-baru ini melakukan lawatan ke New York, Amerika Serikat untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi Membangun dan Memelihara Perdamaian. Konferensi ini merupakan peluang berharga untuk menjelaskan pandangan Iran seputar perdamaian dan keamanan global.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 21, 2018 13:32 Asia/Jakarta
  • perdamaian dunia
    perdamaian dunia

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif baru-baru ini melakukan lawatan ke New York, Amerika Serikat untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi Membangun dan Memelihara Perdamaian. Konferensi ini merupakan peluang berharga untuk menjelaskan pandangan Iran seputar perdamaian dan keamanan global.

Realitas kawasan dan dunia saat ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan perdamaian berkelanjutan membutuhkan sebuah strategi khusus yang mengkaji berbagai sebab munculnya konflik dan tiga pilar utama berdirinya PBB yaitu perdamaian dan keamanan, pembangunan dan hak asasi manusia.

Namun demikian pertanyaan ini selalu saja mengemuka, apakah berlarut-larutnya krisis dan goyahnya pondasi perdamaian di sejumlah wilayah dunia disebabkan oleh pelanggaran atas tujuan dan prinsip Piagam PBB atau apakah beragam tantangan yang ada ini disebabkan oleh arogansi kekuatan-kekuatan imperialis global.

Sekitar tiga abad lalu, seorang filsuf Jerman, Emmanuel Kant dalam bukunya menjelaskan prasyarat terwujudnya perdamaian berkelanjutan, di antaranya mencegah semua pihak dari penggunaan paksaan dan intervensi atas urusan negara lain. 

Di masa kini, alasan terpenting dari ketegangan dan krisis global adalah kebijakan haus perang Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya. Pendudukan Afghanistan dan Irak, serta dukungan membabi buta terhadap rezim Zionis Israel merupakan bagian tak terpisahkan dari kebijakan tersebut.

Hassan Rouhani

Lebih dari setengah abad, pendudukan Israel atas tanah Palestina terjadi dan penderitaan lebih dari lima juta rakyat Palestina di tanah airnya sendiri akibat pembunuhan dan pengepungan mereka di Gaza, menjadi alasan paling penting yang menghambat terciptanya perdamaian berkelanjutan di kawasan.

Salah seorang sosilog kontemporer mendefinisikan perdamaian sebagai kondisi sebuah komunitas manusia yang berdaulat atas nasibnya sendiri, dengan kata lain mereka independen dari sisi politik.

Tidak dilaksanakannya perjanjian perlucutan senjata, dan tidak efektifnya upaya internasional untuk mengapus ancaman yang ditimbulkan dari senjata pemusnah massal khususnya senjata nuklir, menjadi penghambat lain bagi perdamaian dan keamanan dunia.

Terorisme juga merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan global. Di sisi lain pengalaman pahit yang dialami dunia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sebagian pemerintahan dan rezim despotik kawasan, menjadikan terorisme sebagai alat untuk meraih ambisinya.

Sementara Republik Islam Iran, berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan sumber ajaran Islam, menganggap akar perang dan konflik di tengah umat manusia adalah kerakusan, imperialisme, agresi dan penyerangan terhadap manusia lain. Iran meyakini, terwujudnya perdamaian berkelanjutan sangat bergantung pada penghormatan atas hak bangsa-bangsa dunia, menghindari arogansi dan kekerasan serta berkomitmen pada aturan internasional.

Prakarsa dunia melawan kekerasan dan ekstremisme yang disampaikan Presiden Iran, Hassan Rouhani pada sidang Majelis Umum PBB ke-68 dan mendapat sambutan dari semua negara serta disahkan oleh Majelis Umum PBB, membuktikan visi Iran tentang perdamaian ini. (HS)