Velayati: Netanyahu, Musuh yang Paling Tidak Berharga
-
Ali Akbar Velayati
Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional Ali Akbar Velayati mereaksi pernyataan anti-Republik Islam Iran yang dilontarkan oleh Perdana Menteri rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu baru-bau ini.
Dia menilai keputusasaan Netanyahu dalam mengelola rezim Zionis di kawasan dan keberhasilan Front Muqawama (perlawanan) dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris sebagai penyebab dikeluarkannya statemen-statemen anti-Iran.
"Di antara musuh-musuh umat Islam dan Front Muqawama, yang paling tidak berharga dari mereka adalah PM rezim Zionis, di mana kata-katanya selalu ditertawakan orang lain," kata Velayati pada hari Selasa (1/5/2018).
Dia lebih lanjut menyinggung komitmen penuh Iran terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
"Jika Amerika Serikat menarik diri dari JCPOA, Republik Islam Iran juga akan keluar dari perjanjian ini. Selain itu, jika ada penambahan atau pengurangan dalam JCPOA, Republik Islam tidak akan menerimanya," tegasnya.
Menurut Velayati, Iran memiliki banyak opsi, di mana salah satunya adalah keluar dari JCPOA.
Sebelumnya, PM rezim Zionis dalam pernyataan pada Senin malam mengklaim bahwa Iran memiliki program tersembunyi untuk memproduksi senjata nuklir.
Klaim konyol Netanyahu itu dilontarkan ketika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) hingga sekrang telah berulang kali menegaskan sifat damai dalam aktivitas nuklir Iran.
Klaim Netanyahu juga merupakan pengulangan klaim-klaim AS sebelumnya mengenai pembahasan masalah berbagai dimensi militer potensial program nuklir Iran atau yang dikenal dengan PMD, namun IAEA telah menutupnya menyusul tercapainya perjanjian nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1. (RA)