Velayati: Pemindahan Kedubes AS ke al-Quds Percepat Kehancuran Israel
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56872-velayati_pemindahan_kedubes_as_ke_al_quds_percepat_kehancuran_israel
Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati mengatakan, pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke salah satu tempat paling suci umat Islam akan mempercepat proses kehancuran rezim Zionis Israel.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 15, 2018 11:42 Asia/Jakarta
  •  Ali Akbar Velayati
    Ali Akbar Velayati

Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati mengatakan, pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke salah satu tempat paling suci umat Islam akan mempercepat proses kehancuran rezim Zionis Israel.

Hal itu dikatakan Velayati dalam pernyataan terbaru ketika menyinggung berbagai kejahatan rezim penjajah al-Quds terhadap rakyat Palestina.

 

"Rakyat Palestina selalu berjuang melawan berbagai kejahatan rezim Zionis (Israel) yang didukung oleh AS dan sejumlah rezim reaksioner di kawasan, dan mereka juga akan melakukan perlawanan di masa mendatang," kata Velayati seperti dilansir Mehr News, Selasa (15/5/2018).

 

Dia menambahkan, pemerintah AS selalu mengklaim diri sebagai pemimpin yang menjaga perdamaian di dunia.

 

Velayati menjelaskan, petualangan Presiden AS, Donald Trump dan langkah sepihaknya yang bertentangan dengan semua hukum internasional termasuk pemindahan Kedutaan Besar AS ke al-Quds, keluar dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), memprovokasi sejumlah negara regional untuk melemahkan negara-negara Muslim dan melakukan pelanggaran berulang terhadap kewajiban dan perjanjian-perjanjian internasional, tidak hanya untuk meningkatkan ketegangan dan merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan, namun juga dunia.

 

Pada hari Senin, bersamaan dengan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds, rakyat Palestina menggelar unjuk rasa jutaan orang di berbagai wilayah.

 

Dalam unjuk rasa tersebut, sedikitnya 59 warga Palestina gugur syahid terkena tembakan pasukan Israel dan lebih dari 2.000 lainnya terluka. (RA)