Rahbar: di Hadapan Pengklaim Pelindung HAM, Iran Penggugat
-
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei (tengah).
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan kepuasan atas kinerja dan aktivitas Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran untuk mewujudkan hak-hak rakyat dalam menghadapi kekuatan musuh.
Rahbar menuturkan, dalam kasus Hak Asasi Manusia, Iran adalah penggugat dan penuntut terhadap para pengklaim pelindung HAM dan penjahat Barat.
Hal itu ditegaskan Ayatullah Khamenei dalam pertemuannya dengan ketua dan pejabat-pejabat Lembaga Kehakiman Iran pada hari Rabu (27/6/2018) ketika menyinggung pelanggaran terburuk AS terhadap HAM di berbagai belahan dunia.
Rahbar juga menyinggung berbagai kejahatan Perancis dan Inggris di Benua Afrika dan anak Benua India dalam beberapa dekade terakhir.
Ayatullah Khamenei menuturkan, pada tahun-tahun ini, kinerja Barat yang mendukung kelompok teroris Daesh (ISIS) di Suriah, mendukung kejahatan di Myanmar dan kejahatan di berbagai wilayah lainnya menunjukkan kebohongan berulang dan memalukan para pengklaim pendukung HAM.
Di dunia hari ini, lanjut Rahbar, mereka menjadikan hitam menjadi seakan-akan putih dan kepalsuan mutlak menjadi seakan-akan sebuah kebenaran melalui propaganda dan cara-cara yang rumit, namun sayangnya, banyak lembaga kita yang meremehkan pekerjaan media yang cermat ini dan menyepelekan tema mengenai penarikan kepercayaan publik.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjelaskan, hari ini, Lembaga Peradilan Iran menjadi sasaran tekanan kuat propaganda dan media musuh di luar dan orang-orang yang lalai di dalam, di mana tekanan itu sedemikian rupa sehingga seorang pembunuh keji yang membantai beberapa anggota aparat keamanan dan diadili serta dijatuhi hukuman melalui proses hukum yang sah dan adil, dipropagandakan dan dianggap sebagai seoarang yang tertindas, sementara Lembaga Peradilan diperkenalkan sebagai lembaga yang kejam.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei mengkritik pernyataan-pernyataan yang secara langsung maupun tidak langsung menciptakan persepsi tentang meluasnya korupsi di semua lembaga kepada opini publik.
Menurut Rahbar, mereka berusaha menciptakan kesan di kalangan masyarakat bahwa ada "korupsi sistemik" di lembaga-lembaga negara Iran. Ayatullah Khamenei menuturkan, korupsi memang ada di sejumlah perusahaan pemerintah dan komersial, "tetapi keberadaan korupsi sistemik tidak benar." Kesan dan anggapan salah ini tidak seharusnya dibiarkan mempengaruhi opini publik.
Ayatullah Khamenei menegaskan, tindakan tegas harus diambil untuk menindak musuh, penjahat dan konspirator serta penebar fitnah, namun rendah hati dan penuh kasih sayang harus dilakukan dalam menanggapi masyarakat dan mencapai kesepahaman dengan mereka agar bisa menarik kepercayaan opini publik. (RA)