Jafari: Rakyat Iran Larang Pejabatnya Berunding dengan AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i60460-jafari_rakyat_iran_larang_pejabatnya_berunding_dengan_as
Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran, Selasa (31/7) malam mereaksi statemen terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait kesiapannya berdialog dengan Iran. Ia menegaskan, rakyat Iran sampai kapanpun tidak akan membiarkan pejabatnya berunding dan bertemu dengan Setan Besar (Amerika).
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 01, 2018 03:25 Asia/Jakarta
  • Mayjen Mohammad Ali Jafari
    Mayjen Mohammad Ali Jafari

Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran, Selasa (31/7) malam mereaksi statemen terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait kesiapannya berdialog dengan Iran. Ia menegaskan, rakyat Iran sampai kapanpun tidak akan membiarkan pejabatnya berunding dan bertemu dengan Setan Besar (Amerika).

IRIB melaporkan, Mayjen Mohammad Ali Jafari kepada Trump mengatakan, Iran bukan Korea Utara yang mau menuruti perintah Amerika.

Ia menegaskan, rakyat Iran telah memperkuat agama dan keimanannya dengan Islam yang dihidupkan kembali oleh Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran. Bangsa Iran, katanya, jauh berbeda dengan bangsa-bangsa yang mau meneirma penjajahan.

Jafari menambahkan, Iran dan rakyatnya tidak bisa diancam, dan akan bersatu dalam menghadapi segala bentuk ancaman dan tekanan asing.

Komandan Pasdaran menjelaskan, para pejabat pemerintah Iran mengenal dengan baik skenario menipu Amerika dan beberapa kali mengalaminya.

Donald Trump

"Pemerintah dan rakyat Iran saling topang, dan dengan bersandar kepada janji Allah Swt, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, sumber daya dalam negeri dan cadangan alam melimpah pemberian Tuhan, serta kesabaran menanggung sanksi menindas dan tidak manusiawi yang dijatuhkan Amerika, akan tetap berdiri melawan sampai kemenangan akhir dan kekalahan total kubu imperialis," paparnya.

Presiden Amerika pada hari Senin (30/7) mengaku siap untuk berdialong dengan Republik Islam Iran tanpa syarat apapun.

Klaim ini patut dicurigai melihat rekam jejak Trump yang selalu menipu, salah satu buktinya pengumuman Amerika keluar dari kesepakatan nuklir Iran, 8 Mei 2018 lalu dan kembali diterapkannya sanksi atas Tehran hingga enam bulan ke depan. (HS)