Larijani: Bangsa Iran Sadar akan Konspirasi AS
-
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani
Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Ali Larijani mengatakan, bangsa Iran senantiasa siap menghadapi konspirasi Amerika dan mereka tetap terjaga.
Ali Larijani Ahad (19/8) di awal sidang terbuka parlemen menilai kudeta 28 Mordad sebagai manifestasi intervensi Amerika di Iran dan menambahkan, Amerika di kudeta 28 Mordad membuat Iran terjebak pemerintahan diktator selama beberapa dekade dan dewasa ini Washington dengan catatan hitamnya dengan dalih keamanan regional dan internasional berusaha menguasai Iran.
"Amerika di kondisi saat ini, melalui Iranphobia dan menyebarkan kekhawatiran serta penyalahgunaan kelemahan pemikian dan ketergantungan negara-negara kawasan, ingin merampok kekayaan kawasan," papar Larijani.
Larijani di kesempatan tersebut mengisyaratkan sanksi AS terhadap Iran dan mengatakan, "Amerika saat merancang sanksi ekonomi dengan rancau berbicara mengenai kebebasan, hak asasi manusia, keamanan regional dan global. Padahal mereka melalui kudeta 28 Mordad, menciptakan diktator di Iran yang bergantung kepada mereka dan memberikan bantuan senjata kepada kelompok teroris di kawasan secara praktis memiliki catatan hitam di tengah bangsa Iran."
Ketua parlemen Iran menilai tujuan Amerika menerapkan sanksi adalah menguasai ekonomi Iran dan menekankan, bangsa Iran dengan kewaspadaan, kekuatan serta arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah Khamenei, akan mematahkan konspirasi Amerika Serikat.
Hari ini Ahad 28 Mordad 1397 HS atau menurut kalender Masehi 19 Agustus 2018 bertepatan dengan peringatan kudeta Amerika terhadap pemerintah Iran tahun 1953.
Pada 28 Mordad 1332 HS (19/8/1953), sejumlah tentara rezim Shah bekerjasama dengan AS dan Inggris menumbangkan pemerintahan Mohammad Mosaddegh dan menetapkan Mohammad Reza Pahlevi yang melarikan diri ke luar negeri sebagai raja Iran. (MF)