Ketika Iran telah Melewati Ancaman Militer dan Keamanan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65928-ketika_iran_telah_melewati_ancaman_militer_dan_keamanan
Mayjen Mohammad Ali Jafari, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pidatonya menekankan bahwa hegemoni Amerika Serikat terus menurun di dunia seraya menjelaskan bahwa Iran telah melewati ancaman militer dan keamanan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 29, 2018 10:40 Asia/Jakarta
  • Mayjen Mohammad Ali Jafari, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)
    Mayjen Mohammad Ali Jafari, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)

Mayjen Mohammad Ali Jafari, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pidatonya menekankan bahwa hegemoni Amerika Serikat terus menurun di dunia seraya menjelaskan bahwa Iran telah melewati ancaman militer dan keamanan.

Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam mengisyaratkan bahwa banyak politisi dan analis Amerika Serikat mengakui kekuatan Iran di kawasan dan menambahkan, "Bahkan Amerika Serikat tidak berani mengatakan bahwa opsi militer ada di meja."

Mayjen Jafari juga berpendapat bahwa jika perjuangan rakyat Irak dan Suriah tidak disertai oleh penasihat militer Iran, akan ada banyak masalah di kawasan seraya mengatakan, "Hasil dari Muqawama, perlawanan dan perjuangan adalah kegagalan Amerika Serikat di Suriah dan pelariannya dari negara itu."

Mayjen Mohammad Ali Jafari, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)

Kekalahan Daesh (ISIS) dan pelarian teroris dari Irak dan Suriah menunjukkan fakta bahwa era hegemoni Amerika Serikat dan perang proksi telah menuju kehancurannya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam sebuah pernyataan pada 13 Aban (4 November), yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan siswa, menunjuk kondisi di Amerika Serikat di dunia seraya berkata, "Kekuatan dan hegemoni Amerika Serikat di dunia terus menghadapi penurunan dan kejatuhan, dan Amerika saat ini jauh lebih lemah daripada Amerika empat dekade lalu."

Peran Amerika Serikat terbukti sebagai proses yang merusak dan menyebabkan krisis dalam keamanan kawasan dan dunia. Tidak ada yang meragukan tentang fakta ini. Dengan menciptakan al-Qaeda dan terus mendukung Daesh, Amerika Serikat mengubah Asia Barat menjadi pusat konflik dan perang, dan hampir satu dekade Suriah dan Irak diganggu perang dan terorisme, tetapi sekarang setelah dikalahkan dan hegemoninya menurun, mereka menuduh Iran mendukung terorisme dan rasa tidak aman di kawasan.

Surat kabar Amerika, The Boston Globe mengkritik kebijakan ganda terorisme Washington dan tuduhan Amerika Serikat dan sekutu Arab-Baratnya bahwa Iran mendukung terorisme seraya menulis, "Sebab mereka menuduh Iran mendukung terorisme adalah bahwa Iran menentang hegemoni dan intervensi AS di kawasan. Hanya ini kesalahan Iran."

Amerika Serikat dan beberapa negara Arab di kawasan yang sejalan dengan tujuan Zionis Israel memperkenalkan Iran sebagai ancaman di kawasan dan pendukung terorisme. Mereka lupa telah membiayai ratusan miliar dolar untuk mendukung terorisme dan perang di Irak, Suriah, Yaman, dan Libya.

Tuduhan ini dilemparkan, padahal bila Iran tidak segera mengintervensi, hari ini Daesh telah menguasai sebagian besar kawasan. Sudah sepatutnya mengatakan bahwa Amerika Serikat prihatin dengan kebijakan pencegahan dari Iran.

Noam Chomsky, akademisi terkenal Amerika Serikat ketika mengomentasi tuduhan yang dilontarkan para pejabat AS terhadap Iran mengatakan, ".... Mendukung kelompok-kelompok teroris dan Daesh adalah pelanggaran norma yang dilakukan Amerika, tetapi Amerika Serikat justru menuduh Iran telah menciptakan instabilitas di kawasan."

Noam Chomsky, akademisi terkenal Amerika Serikat

Kebijakan Republik Islam Iran dalam menghadapi ancaman terorisme di kawasan adalah jelas dan transparan. Iran menentang disintegrasi negara-negara kawasan dan juga menekankan perlunya mengatasi ancaman asing di kawasan. Perkembangan saat ini di kawasan juga menunjukkan bahwa kekuatan Republik Islam Iran dan perannya dalam perimbangan regional sebagai aktor positif adalah fakta yang tak terbantahkan.

Sekaitan dengan masalah ini, Brigjen Kioumars Heydari, Komandan Pasukan Angkatan Darat Iran dalam wawancaranya dengan IRNA hari Jumat (28/12) menekankan kemampuan militer Iran seraya mengatakan, "Pasukan Angkatan Darat Republik Islam Iran di bawah komando Panglima Tertinggi Seluruh Angkata Bersenjata memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi ancaman musuh dengan kesiapan penuh."