Iran Sampaikan Keberatan atas Konferensi Warsawa
-
Pertemuan Abbas Araqchi dan Maciej Przemysław Lang di Teheran pada 21 Januari 2019.
Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan Republik Islam selalu berusaha membangun perdamaian dan stabilitas di wilayah Asia Barat, tetapi kami tidak akan membiarkan negara mana pun untuk membentuk koalisi terhadap kepentingan Iran di kawasan atau di luar.
Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Deputi Menlu Polandia, Maciej Przemysław Lang di Tehran pada hari Senin (21/1/2019) seperti dikutip kantor berita IRNA.
Pada kesempatan itu, kedua pihak menyinggung konferensi anti-Iran yang akan diselenggarakan oleh Amerika Serikat di Warsawa, ibukota Polandia pada 13-14 Februari mendatang.
"Krisis Asia Barat berakar pada pendudukan rezim Zionis Israel, karena masalah utama di wilayah ini adalah rezim Zionis dan kebijakan penindasan dan pendudukannya," tegas Araqchi.
"Jika Palestina tidak mencapai hak-haknya, wilayah ini tidak akan pernah mencapai ketenangan dan perdamaian," tambahnya.
Menurut Araqchi, masalah lain yang dihadapi Asia Barat adalah manuver Amerika di kawasan. "Di satu sisi, AS berusaha menghancurkan kesepakatan nuklir yang merupakan hasil dari diplomasi di kawasan ini, tetapi di sisi lain mengklaim ingin menyelesaikan masalah regional," ungkapnya.
Araqchi lebih lanjut menandaskan bahwa alasan pemerintah Warsawa yang bersedia menjadi tuan rumah konferensi anti-Iran, tidak dapat diterima dan Polandia perlu memahami tujuan nyata AS serta berhati-hati tentang konsekuensinya.
"Iran selalu berusaha membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan, sebagaimana terbukti dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris seperti Daesh," pungkasnya.
Sementara itu, menlu Polandia kembali menegaskan dukungan negaranya kepada kesepakatan nuklir, dan mengatakan bahwa kami tidak akan mengizinkan konferensi Warsawa digunakan untuk melawan Iran.
Mengacu pada sejarah hubungan bilateral yang baik, Przemysław Lang menuturkan negaranya percaya bahwa Iran – sebagai salah satu pemain utama di kawasan – memainkan peran penting dalam perkembangan regional. (RM)