Peserta Pawai 22 Bahman Sebut AS sebagai Wujud Kejahatan
-
Peringatan Kemeangan Revolusi Islam Iran ke-40
Rakyat Republik Islam Iran menyebut Amerika Serikat sebagai jelmaan dari thaghut dan perwujudan nyata dari kejahatan, kekerasan, keburukan, pembuat krisis dan pencipta perang di dunia.
Hal itu terungkap dalam deklarasi Pawai Akbar 22 Bahman memperingati Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-40, Senin (11/2/2019). Mereka juga menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah mundur dalam menghadapi keserakahan AS.
Dalam deklarasi tersebut, para peserta Pawai 22 Bahman mengikrarkan kembali janji kepada cita-cita Revolusi Islam yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra pada tahun 1979 dan membaiat kembali Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei sebagai penggantinya.
Mereka juga menuntut para pejabat pemerintah untuk mengambil kebijakan tegas terhadap keserakahan AS dan sejumlah negara Eropa.
Peserta Pawai 22 Bahman lebih lanjut menilai dasar pertahanan-rudal dan strategi pencegahan Iran serta pentingnya peningkatan aktivitas damai nuklir sebagai satu prinsip mendasar.
"Kami tidak akan mundur menghadapi keserakahan tim anti-kemanuasiaan Presiden AS Donald Trump," tegas peserta Pawai 22 Bahman dalam deklarasinya.
Mereka juga menilai pembelaan kepada bangsa-bangsa tertindas dunia, terutama kepada Front Muqawama, rakyat Palestina, Irak, Suriah, Yaman dan Bahrain dalam mengahadapi segitiga kejahatan, terorisme, AS, rezim pembunuh anak-anak (rezim Zionis) dan Al Saud serta upaya untuk membebaskan al-Quds al-Sharif, sebagai tugas mereka.

Di bagian lain deklarasi itu, peserta Pawai 22 Bahman mengecam perang psikologis dan sanksi ekonomi yang dilancarkan musuh. Mereka mengajak seluruh rakyat Iran untuk terlibat secara sadar di arena-arena Revolusi Islam dan secara serius melawan isu serta membantu pemerintah untuk mencari solusi guna memecahkan persoalan ekonomi melalui dukungan kepada produk-produk dalam negeri dan menjaga pesatuan nasional.
Realisasi Ekonomi Muqawama dan upaya untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja, mengatasi inflasi dan memecahkan persoalan mata pencaharian masyarakat menjadi bagian dari tuntutan dalam deklarasi tersebut.
Hari ini, Senin, 22 Bahman 1397 Hs yang bertepatan dengan 11 Februari 2019 adalah hari peringatan Kemenangan Revolusi Islam ke-40.
Jutaan rakyat Iran di berbagai kota dan desa di seluruh pelosok negeri secara serentak memperingati Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-40
Pada tanggal 11 Februari 1979, perjuangan gigih rakyat Iran yang dipimpin Imam Khomeini ra berhasil menumbangkan rezim diktator Shah Pahlavi yang didukung penuh oleh Amerika Serikat dan sekutunya. (RA)