Rouhani: Serangan ke Pasdaran, Bukti Kelemahan Musuh Iran
-
Hassan Rouhani
Presiden Iran menganggap serangan teror terhadap sebuah bus pengangkut personel Korps Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran di jalan raya Khash-Zahedan di tenggara Iran, menunjukkan dalamnya keputusasaan dan ketidakberdayaan para penjahat bayaran dan musuh rakyat Iran.
Pada Rabu (13/2) malam, sebuah bus yang mengangkut pasukan penjaga perbatasan Iran di jalan raya Khash-Zahedan, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran tenggara, menjadi sasaran teror.
Aksi bom bunuh diri menggunakan sebuah kendaraan penuh bahan peledak di dekat salah satu unit pasukan Al Qods, Angkatan Darat, Pasdaran tersebut, menyebabkan sedikitnya 27 pasukan penjaga perbatasan Iran gugur dan 13 lainnya terluka.
Pasca serangan teror tersebut, pemerintah Provinsi Sistan dan Baluchestan mengumumkan tiga hari berkabung di provinsi itu.
Kantor Kepresidenan Iran (14/2/2019) mengabarkan, Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam pesannya menegaskan, tidak diragukan para pendukung dan seluruh pelaku aksi bodoh dan mengerikan ini, akan segera merasakan akibat perbuatannya dengan kerja keras aparat keamanan Iran.
Rouhani menjelaskan, kejahatan ini menambah panjang rekam jejak kelam para pendukung asli terorisme di Gedung Putih, Tel Aviv dan boneka-boneka mereka di kawasan yang selain menyebarluaskan Iranfobia, juga mengaku memerangi terorisme dan menciptakan keamanan di Asia Barat.
Presiden Iran menegaskan, solidaritas dan empati rakyat Iran dalam membela cita-cita luhur pemerintahan Islam dan tanah air ini, telah membuat musuh putus asa. (HS)