Berlanjutnya Permusuhan Amerika Serikat dengan Iran di Balik Isu HAM
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68448-berlanjutnya_permusuhan_amerika_serikat_dengan_iran_di_balik_isu_ham
Dalam laporan tahunannya tentang situasi ham asasi manusia di berbagai negara, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kembali menegaskan bahwa situasi HAM di Iran semakin memburuk.
(last modified 2026-02-13T17:18:09+00:00 )
Mar 15, 2019 20:24 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghassemi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Bahram Ghassemi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Dalam laporan tahunannya tentang situasi ham asasi manusia di berbagai negara, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kembali menegaskan bahwa situasi HAM di Iran semakin memburuk.

Amerika Serikat dalam laporan tahunannya dengan dalih memeriksa situasi hak asasi manusia di berbagai negara, menganalisis kategori manusia ini lalu memaknai hak asasi manusia dalam kerang memajukan tujuan-tujuannya.

Amerika Serikat selalu melakukan ini, sementara pada dasarnya laporan satu negara tertentu tidak dapat dijadikan dasar untuk membandingkan kondisi hak asasi manusia di negara lain. Sekaitan dengan ini, Amerika Serikat, yang menjadi simbol pelanggaran hak asasi manusia yang luas baik di dalam negaeri maupun di berbagai belahan dunia, tidak dalam posisi untuk mengomentari situasi HAM di negara lain, termasuk Iran.

Bahram Ghassemi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Dalam hal ini, Bahram Ghassemi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Kamis (14/03) menanggapi laporan tahunan Kemenlu AS tentang situasi hak asasi manusia di Iran mengatakan, "Pemerintah Amerika Serikat pelanggar terbesar HAM bangsa Iran dan dengan memaksakan sanksi ilegal serta sepihaknya, Washington tidak pernah segan-segan melanggar hak warga Iran.

Pada dasarnya, Barat mendefinisikan isu hak asasi manusia sebagai alat untuk memajukan kebijakannya dalam masalah hukum. Pandangan terhadap isu hak asasi manusia ini telah menyebabkan negara-negara Barat mengintervensi dalam urusan internal negara-negara lain, termasuk Iran.

Pada saat yang sama, ketika Amerika Serikat mengkritik situasi HAM di Iran, parlemen Eropa juga mengkritik situasi HAM di Iran dalam sebuah resolusi pada hari Kamis.

Parlemen Eropa, dalam pendekatan ganda, telah mengkritik Iran yang melakukan pendekatan hukum terhadap para aktivis hak asasi manusia di Iran. Padahal selama beberapa bulan ini, parlemen Eropa mengetahui bagaimana para rakyat biasa di jalan-jalan Perancis diperlakukan dengan cara paling buruk oleh polisi dengan menggunakan senjata terlarang Flash Ball. Di antara rakyat yang diperlakukan sangat buruk itu, sebagian dari mata dan anggota badan para pengunjuk rasa mengalami kerusakan parah.

Situasi di Amerika Serikat dan di berbagai negara Eropa dan dewasa ini di Perancis, merupakan indikasi kuat dari meluasnya pelanggaran HAM di negara-negara ini dan menutup mata dari kenyataan ini telah menggandakan penyalahgunaan Barat dalam hal hak asasi manusia.

Dukungan berkelanjutan dari Barat, terutama Amerika Serikat, untuk perang yang dilakukan koalisi Saudi di Yaman, pembunuhan keji terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashogg dan pembantaian rakyat Palestina dengan dukungan militer dan politik Zionis, hanyalah contoh dari pendekatan ganda Barat terhadap hak asasi manusia.

Republik Islam Iran telah menjadi target dari serangan hak asasi manusia akibat tindakan independennya di arena internasional. Dengan kata lain, masalah hak asasi manusia telah menjadi platform independen untuk propaganda anti-Iran oleh Barat. Pemilihan pelapor khusus hak asasi manusia di Iran dan sikap politik tentang masalah ini berada dalam kerangka yang sama.

Mohammad Javad Larijani, Sekretaris HAM Lembaga Yudikatif Iran menjelaskan bahwa Iran memiliki kebijakan yang jelas di bidang hak asasi manusia dan bahwa kebijakan ini memasuki interaksi positif dan partisipasi untuk menjawab yang aktif. Ia mengatakan, "Republik Islam Iran saat ini menemukan pengalaman yang luar biasa di bidang hak asasi manusia."

Mohammad Javad Larijani, Sekretaris HAM Lembaga Yudikatif Iran

Republik Islam Iran komitmen melihat isu hak asasi manusia berdasarkan pertimbangan Islam dan hukum dalam konstitusinya. Perspektif manusia menurut Iran kembalio pada peran dan posisi perempuan dalam masyarakat dan peran mereka dalam berbagai bidang, termasuk politik dan olahraga menunjukkan bahwa Iran mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan hak asasi manusia dan pendukung interaksi di bidang ini, tapi menolak intervensi Barat dan Amerika Serikat dalam urusan internalnya dengan alasan membela hak asasi manusia.