Lawan Arogansi AS, Iran akan Lanjutkan Penjualan Minyak
-
Presiden Trump secara sepihak meninggalkan JCPOA pada 8 Mei 2018 dan kemudian mengembalikan sanksi-sanksi nuklir terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif memperingatkan AS untuk tidak mengancam Iran dengan mengerahkan tekanan, dan mengatakan Tehran akan terus menjual minyaknya.
"Kami umumkan dengan sangat jelas bahwa kami akan terus menjual minyak kami dan kami akan tunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Iran melalui tekanan," kata Zarif kepada wartawan di New York, Rabu (24/4/2019) seperti dilansir IRNA.
AS, lanjutnya, secara tidak sah telah keluar dari perjanjian nuklir JCPOA. AS tidak hanya melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, tetapi juga meminta negara-negara lain untuk melanggar resolusi ini.
"Orang-orang diancam secara terbuka bahwa mereka akan disanksi jika mematuhi aturan hukum," ungkapnya.
Zarif menegaskan bahwa kepatuhan terhadap kesepakatan adalah landasan dalam hubungan internasional, dan komunitas internasional harus melawan unilateralisme Washington dengan kekuatan penuh.
"Kami menemukan banyak kasus dari kebijakan unilateral dan pelanggaran hukum yang sedang dikejar oleh AS. Oleh karena itu, penting bagi komunitas internasional untuk melawannya, bukan demi Iran dan bukan demi kawasan, tetapi demi tatanan global," tandasnya.
Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa AS tidak akan memperpanjang keringanan sanksi bagi para pembeli minyak dari Iran.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, mengklaim bahwa Washington ingin menghentikan ekspor minyak Iran ke titik nol dengan membatalkan keringanan sanksi. (RM)