Iran Serukan Bangsa-bangsa Muslim Bersatu Melawan Zionis
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa umat Islam harus melawan konspirasi rezim Zionis Israel yang bertujuan menciptakan perpecahan di kalangan umat Islam.
Kemlu Iran dalam pernyataaan pada hari Kamis (30/5/2019) menyebutkan, Hari Quds Internasional adalah manifestasi ketertindasan rakyat Palestina yang diblokade dan diusir selama 70 tahun tirani dan agresi serta kejahatan rezim Zionis.
Pernyataan Kemlu Iran tersebut dikeluarkan menandai Hari Quds Internasional, yang akan diselenggarakan pada hari Jumat.
"Selama sejarah kelam keberadaan rezim Zionis, rezim ini telah melakukan berbagai macam pembantaian, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan di bumi suci Muslim yang didudukinya," kata pernyataan itu.
Kemlu Iran menambahkan, selama keberadaan rezim Zionis yang membawa kesengsaraan, rezim ini tidak menghasilkan apa-apa selain mengungsinya jutaan orang, penahanan dan penyiksaan yang tidak manusiawi terhadap ribuan orang tak berdosa, membuat ribuan anak-anak Palestina menjadi yatim piatu, dan memicu ketidakamanan dan ketidakstabilan di kawasan.
"Rezim Zionis memiliki daftar kejahatan dan gerakan anti-HAM dalam rekam jejaknya selama tujuh dekade lalu, termasuk pendudukan terorganisir terhadap wilayah Palestina, upaya sistematis untuk sepenuhnya Yahudisasi al-Quds, penghancuran identitas historis dan peradaban suci al-Quds dan perluasan pemukiman Zionis di Tepi Barat," tegas pernyataan Kemlu Iran.
Selain itu, lanjut Kemlu Iran, rezim Zionis juga telah memaksa warga al-Quds non-Yahudi untuk mengungsi. Rezim ini merampas akses warga Palestina ke situs-situs suci di kota al-Quds, menyita properti milik mereka secara ilegal, merusak tanah warga Palestina, memberlakukan tekanan kuat dan tidak manusiawi terhadap penduduk Jalur Gaza, dan mencegah mereka mengakses kebutuhan pokok, obat-obatan dan kesehatan.
"Situasi saat ini di Palestina dan kawasan membuat semakin pentingnya bagi bangsa-bangsa dan negara Muslim untuk menjaga persatuan dan solidaritas mereka guna melawan rezim Zionis. Dengan tetap menjaga kewaspadaan terhadap musuh bersama ini, umat Islam harus berdiri melawan konspirasi rezim Zionis dan para pendukungnya yang bertujuan menciptakan perpecahan di kalangan umat Islam dan mengesampingkan isu Palestina –yang menjadi masalah paling mendesak bagi dunia Muslim– agar isu tersebut terlupakan," jelas pernyataan itu.
Kemlu Iran menegaskan, umat Islam harus mencegah rezim Zionis dan pendukungnya merealisasikan apa yang disebut sebagai Kesepakatan Abad dan penyelenggaraan pertemuan penipuan di Bahrain, di mana jika kesepakatan tersebut terwujud, maka kerugian abadi bagi rakyat Palestina dan prestasi bagi para penjajah negeri ini.
Republik Islam Iran menggarisbawahi pentingnya Palestina sebagai masalah penting di dunia Muslim dan perlunya melawan pendudukan rezim Zionis.
Republik Islam meyakini bahwa ketenteraman dan perdamaian abadi tidak akan bertahan kecuali hak-hak bangsa Palestina yang tertindas sepenuhnya dipulihkan dengan mengembalikan semua pengungsi Palestina, dan mengadakan referendum di Palestina pendudukan yang diikuti oleh semua pemilik utama tanah ini.
Kemlu Iran lebih lanjut memuji perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan dan menyerukan rakyat Iran dan semua bangsa Muslim serta negara-negara pencari kebebasan di seluruh dunia untuk berpartisipasi aktif dalam Pawai Hari Quds Sedunia seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pawai Hari Quds Internasional diprakarsai oleh Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra. Pawai ini diadakan setiap tahun pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.
Semua negara Muslim dan pencari kebebasan, terutama rakyat Iran secara aktif mengambil bagian dalam pawai untuk mendukung rakyat Palestina itu. (RA)