Shamkhani: Kebijakan Teror baru AS Menarget Identitas setiap Negara
https://parstoday.ir/id/news/iran-i71176-shamkhani_kebijakan_teror_baru_as_menarget_identitas_setiap_negara
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkahni mengatakan, kebijakan teror terbaru Amerika Serikat yang mencakup sarana intelijen, perang syaraf, cyber, perang elektronik dan ancaman terhadap lingkungan hidup telah menarget identitas dan kedaulatan nasional berbagai negara.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 18, 2019 16:58 Asia/Jakarta
  • Ali Shamkhani
    Ali Shamkhani

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkahni mengatakan, kebijakan teror terbaru Amerika Serikat yang mencakup sarana intelijen, perang syaraf, cyber, perang elektronik dan ancaman terhadap lingkungan hidup telah menarget identitas dan kedaulatan nasional berbagai negara.

IRNA melaporkan, Ali Shamkhani Selasa (18/06) di sidang internasional ke-10 perwakilan tinggi bidang keamanan negara-negara dunia di kota Ufa, selatan Rusia seraya mengisyaratkan aksi-aksi Amerika dan Israel memanfaatkan virus Stuxnet untuk merusak instalasi nuklir Iran mengungkapkan, bungkam atau respon lemah global terhadap serangan cyber ini telah mendorong Amerika saat ini semakin cingkak dan berani menyerang instalasi listrik Venezuela.

Ali Shamkhani saat di Ufa Rusia

Shamkhani menyebut AS Trump sebagai negara paling haus perang sepanjang keberadaannya dan menambahkan, AS telah membuat keamanan sistem internasional tak menentu dengan unilateralisme dan sanksi trans-nasionalnya. Negara ini juga memanfaatkan sistem finansial, perbankan dan jaringan finansial internasional sebagai senjata untuk menyerang negara independen.

 

Seraya mengisyaratkan pelanggaran sistematis hukum internasional dan keluarnya AS dari perjanjian internasional, Shamkhani menjelaskan, negara independen dunia harus melawan Amerika dengan membentuk mekanisme multipolar.

 

Shamkhani menyebut sejumlah metode untuk melawan ancaman Amerika di antaranya dengan membentuk upaya bersama membebaskan perekonomian global dari monopoli dolar AS, membentuk independensi di sistem finansial dan perbankan dunia di luar hegemoni AS, menolak mengakui serta melawan sanksi trans-nasional pemerintah AS terhadap berbagai negara serta membantu bersama kepada negara-negara yang mendapat ancaman baru keamanan. (MF)