Rouhani: Iran tak akan Menyerah atas Nama Perundingan
-
Hassan Rouhani
Presiden Iran mengatakan, Iran memiliki kesiapan penuh untuk melakukan perundingan yang adil, legal dan bermartabat, akan tetapi tidak akan menyerah atas nama negosiasi di meja perundingan.
Hassan Rouhani, Rabu (24/7/2019) menegaskan bahwa Iran, di tengah semua tekanan asing, tidak akan pernah menyerah pada gertakan musuh.
Ia menjelaskan, Iran pasca keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir, JCPOA memberikan waktu kepada pihak lawan selama satu tahun untuk melaksanakan komitmen JCPOA, namun sekarang dengan sanksi minyak dan kondisi baru, Iran sudah mengambil keputusan tegas terkait penurunan komitmen nuklirnya.
Rouhani menyinggung sisa 60 hari batas waktu yang diberikan Iran kepada negara-negara yang tersisa dalam JCPOA dan menuturkan, jika sisa waktu 60 hari tahap kedua berakhir, dan negara-negara penandatangan JCPOA tidak melakukan apapun, maka Iran pasti akan mengambil langkah ketiga.
Pada saat yang sama, Presiden Iran menyebut keamanan Teluk Persia, Laut Oman dan Selat Hormuz sangat penting bagi Iran.
"Iran selain menjaga keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz, juga berusaha melindungi perairan dunia lain seperti Bab El Mandeb dan Samudra Hindia," imbuhnya.
Rouhani menegaskan, langkah IRGC menahan kapal tanker Inggris di Selat Hormuz sudah benar dan seluruh dunia harus berterimakasih kepada IRGC karena telah menjaga keamanan Teluk Persia.
Ia menandaskan, Iran tidak akan membiarkan negara manapun menciptakan ketidakamanan di Teluk Persia dan Selat Hormuz, dan semua yang dilakukan Iran di wilayah ini sesuai dengan pelanggaran pihak lawan. (HS)