Zarif dan Implementasi Peta Jalan 25 tahun Iran-Cina
Menteri Luar Negeri Iran baru-baru ini memimpin delegasi tingkat tinggi negara itu untuk melakukan kunjungan ke Cina.
Saat akan bertolak ke Beijing, Zarif di laman Twitternya menulis, kami akan menyampaikan peta jalan 25 tahun untuk merealisasikan partisipasi strategis dan komprehensif Iran-Cina serta keterlibatan aktif dalam strategi pembangunan "Satu Sabuk-Satu Jalan".
Menlu Iran, Senin (26/8/2019) dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Cina, Wang Yi juga menekankan perluasan hubungan strategis dan jangka panjang di semua bidang di antara kedua negara.
Kerja sama Iran dan Cina dilihat dari dua sisi dinilai sangat penting, pertama dilihat dari sisi perluasan hubungan strategis kedua negara.
Pasca penandatanganan kesepakatan nuklir Iran, JCPOA, Iran dan Cina memperluas kerja samanya di tiga level makro, politik-ekonomi, keamanan-pertahanan, dan geopolitik-strategi.
Dalam hal ini, kunjungan Presiden Cina, Xi Jinping bersama delegasi tinggi negara itu ke Iran, tidak lama setelah implementasi JCPOA, untuk menyusun sebuah dokumen strategis 25 tahun Iran-Cina, dan penandatanganan 17 nota kerja sama yang menambah volume transaksi perdagangan dua negara 25 tahun mendatang hingga level 600 miliar dolar, adalah buktinya.
Kedua dilihat dari sisi urgensitas hubungan Tehran-Beijing dengan memperhatikan posisi Cina di kancah internasional sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Statemen Menlu Cina saat bertemu Zarif mengkonfirmasi hal ini. Wang Yi dalam pertemuan dengan Zarif menegaskan multilateralisme, urgensi kepatuhan pada kesepakatan internasional dan menjaga kedudukan DK PBB.
Ia menuturkan, Cina akan mendukung setiap upaya yang dapat menurunkan ketegangan dan meningkatkan stabilitas serta keamanan kawasan.
Wang Yi juga menyinggung JCPOA dan mengatakan, hak legal Iran dalam JCPOA, dan kepentingan ekonomi yang lahir dari kesepakatan itu, harus terjamin.
Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi mengatakan, banyak kapasitas besar kedua negara yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu penting bagi Cina dan Iran untuk meningkatkan level kerja samanya dalam kerangka pernyataan bersama partisipasi komprehensif strategis tahun 2016 di Tehran, dan memperkuat kerja sama regional dalam kerangka proyek Satu Sabuk-Satu Jalan.
Komitmen Cina menjaga kerja sama ekonomi dan politik dengan Iran di masa sanksi, meningkatnya ketidakpercayaan Iran terhadap Barat dan upaya Amerika Serikat memperkeruh ketegangan dalam kerangka JCPOA serta kebutuhan Cina pada keamanan energi kawasan dan kepentingan ekonominya, adalah faktor penting lain yang mendorong perluasan hubungan Iran-Cina. (HS)