Di PBB, Rouhani Tegas Tolak Perundingan dengan AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74116-di_pbb_rouhani_tegas_tolak_perundingan_dengan_as
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, kami tidak bisa percaya pada ajakan untuk negosiasi oleh orang-orang yang telah menerapkan sanksi yang paling keras terhadap bangsa Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 26, 2019 07:20 Asia/Jakarta

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, kami tidak bisa percaya pada ajakan untuk negosiasi oleh orang-orang yang telah menerapkan sanksi yang paling keras terhadap bangsa Iran.

"Atas nama bangsa dan negara, saya ingin mengumumkan bahwa respon kami terhadap setiap perundingan di bawah sanksi adalah negatif," tegas Presiden Iran dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Rabu (25/9/2019).

Rouhani menambahkan bahwa pemerintah dan rakyat Iran tetap konsisten melawan sanksi yang paling keras dalam 1,5 tahun terakhir, dan tidak akan pernah bernegosiasi dengan musuh yang berusaha memaksa Iran menyerah di bawah tekanan dan sanksi.

"Jika Anda membutuhkan jawaban positif dan seperti yang dikatakan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam, satu-satunya cara untuk memulai perundingan adalah kembali ke komitmen kesepakatan," pungkasnya.

Dia menjelaskan bahwa setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA, Iran tetap setia memenuhi semua komitmen nuklirnya, karena kami menghormati resolusi Dewan Keamanan, kami memberi kesempatan kepada Eropa untuk memenuhi 11 komitmennya yang dibuat untuk mengkompensasi dampak dari keluarnya AS.

Namun, lanjutnya, kami hanya mendengar kata-kata manis tanpa menyaksikan adanya langkah praktis yang diambil.

"Sekarang sudah jelas bagi semua bahwa AS mengabaikan komitmennya dan Eropa tidak mampu memenuhi kewajibannya," ungkap Rouhani.

Di bagian lain pidatonya, Presiden Rouhani mengatakan wilayah Asia Barat sedang terbakar dalam api perang, pertumpahan darah, agresi, pendudukan, fanatisme agama dan sektarian serta ekstremisme.

"Dalam situasi seperti ini, rakyat tertindas Palestina telah menjadi korban utamanya. Diskriminasi, perampasan tanah, perluasan pemukiman dan pembunuhan terus dilakukan terhadap rakyat Palestina," paparnya.

Dia menjelaskan prakarsa yang dipaksakan AS dan Zionis seperti, Kesepakatan Abad, pengakuan Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis dan aneksasi Golan Suriah ke wilayah pendudukan, pasti akan gagal.

Dalam sebuah pesan kepada Riyadh, Rouhani menegaskan keamanan Arab Saudi akan dicapai dengan menghentikan agresi terhadap Yaman, bukan dengan mengundang pihak asing ke kawasan.

"Iran siap untuk mengerahkan kekuatan nasional serta pengaruh regional dan internasionalnya demi perdamaian," tambahnya.

Rouhani menganggap menjaga keamanan, perdamaian, stabilitas dan kemajuan di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai tanggung jawab historis Iran.

"Saya ingin mengundang semua negara yang terkena dampak langsung oleh perkembangan di Teluk Persia dan Selat Hormuz untuk bergabung dalam "Koalisi untuk Harapan" yang berarti Inisiatif Perdamaian Hormuz," tutupnya. (RM)