Wisatawan Jalur Sutra Kunjungi Bukit Kuno Hegmataneh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74145-wisatawan_jalur_sutra_kunjungi_bukit_kuno_hegmataneh
Peserta Konferensi Internasional Jalur Sutra di Hamedan (Hamadan) mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota ini seperti Bukit Kuno Hegmataneh (sebuah gundukan arkeologis), kota dunia Lalejin dan Gua Ali Sadr, Kamis, (26/9/ 2019).
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 26, 2019 20:29 Asia/Jakarta

Peserta Konferensi Internasional Jalur Sutra di Hamedan (Hamadan) mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota ini seperti Bukit Kuno Hegmataneh (sebuah gundukan arkeologis), kota dunia Lalejin dan Gua Ali Sadr, Kamis, (26/9/ 2019).

Heghmataneh merupakan salah satu bukit kuno terbesar Iran. Kunjungan ke tempat ini untuk menandai Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada tanggal 27 September.

Ecbatana adalah kota kuno di Bukit Heghmataneh. Usia kota ini kembali ke masa Dinasti Medes, di mana pada abad kedelapan sebelum Masehi, Ecbatana menjadi ibu kota Medes.

Medes adalah orang-orang Iran kuno yang berbicara bahasa Median dan mendiami daerah Iran barat dan utara.

Bukit Kuno Heghmataneh memiliki luas sekitar 40 hektar. Setelah digali, didapat sebagian pagar kota dan sejumlah rumah di masa Medes.

Bukit Kuno Heghmataneh menjadi salah satu tempat kuno di Iran yang menjadi perhatian khusus wisatawan asing.

Konferensi Internasional Jalur Sutra sedang berlangsung di kota Hamedan (Hamadan), barat laut Republik Islam Iran mulai 23-29 September 2019.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Pusat Warisan Dunia UNESCO dan Kantor Gugus (Cluster) UNESCO di Tehran yang bekerja sama dengan Komisi Nasional Iran untuk UNESCO dan Kementerian Warisan Budaya, Kerajinan Tangan, dan Pariwisata Iran.

Perwakilan dari 16 negara termasuk Iran, Afghanistan, Cina, India, Jepang, Kazakhstan, Kyrgystan, Nepal, Pakistan, Republik Korea, Tajikistan, Turki, Turkmenistan dan Uzbekistan, serta Bhutan sebagai pengamat, menghadiri konferensi tersebut.

Konferensi ini bertujuan untuk  memperluas kerja sama budaya di antara negara-negara di Jalur Sutra. Event ini juga mempertemukan para pakar terkenal untuk membahas dan menyoroti bagaimana berbagai agama dan kepercayaan mepengaruhi situs warisan budaya di sepanjang Jalur Sutra kuno.

Jalur Sutra kuno telah ada selama ribuan tahun, dan jalur ini melewati berbagai imperium, kerajaan, pemerintahan dan masyarakat sepanjang sejarah. Pada waktu-waktu tertentu dalam sejarahnya yang panjang, pedagang dapat bepergian dengan bebas di sepanjang rute ini, sedangkan di waktu lain, perjalanan itu sulit atau berbahaya.

Pejabat Kantor Gugus UNESCO di Tehran Cvetan Cvetkovski pada pembukaan konferensi tersebut pada hari Senin (23/9/2019)  mengatakan, Jalur Sutra efektif untuk memperkuat dialog antaragama.

Mengacu pada kehadiran para ahli global dalam Konferensi Jalur Sutra, dia menyebutkan bahwa nilai Jalur Sutra terletak  pada konteks pertukaran budaya dan pengetahuan di berbagai benua.

Dia menambahkan, persatuan komunitas lokal di sepanjang Jalur Sutra dan perdamaian adalah yang terpenting dari tujuan utama UNESCO.

Menurutnya, promosi pertukaran budaya antarnegara dan memperkuat dialog antaragama adalah pencapaian utama konferensi ini. (RA)