Pusat Komando Pertahanan Udara Teluk Persia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74520-pusat_komando_pertahanan_udara_teluk_persia
Iran meresmikan Pusat Komando Operasi Pertahanan Udara Teluk Persia di Provinsi Bushehr, Iran Selatan untuk memperkuat kemampuan pertahanan angkatan bersenjata.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 09, 2019 07:58 Asia/Jakarta
  • Panglima Militer Iran, Brigadir Jenderal Sayid Abdolrahim Mousavi saat meninjau Pusat Komando Operasi Pertahanan Udara Teluk Persia.
    Panglima Militer Iran, Brigadir Jenderal Sayid Abdolrahim Mousavi saat meninjau Pusat Komando Operasi Pertahanan Udara Teluk Persia.

Iran meresmikan Pusat Komando Operasi Pertahanan Udara Teluk Persia di Provinsi Bushehr, Iran Selatan untuk memperkuat kemampuan pertahanan angkatan bersenjata.

Pusat komando ini diresmikan oleh Panglima Militer Iran, Brigadir Jenderal Sayid Abdolrahim Mousavi pada Senin lalu. Ia dilengkapi dengan teknologi canggih, mampu mengontrol wilayah yang luas, dan mengarahkan langsung unit pertahanan dan angkatan udara militer dan Pasdaran yang bermarkas di lepas pantai Iran Selatan.

"Angkatan Bersenjata Iran mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan zona udara, perbatasan maritim, dan darat, dan tidak menyisakan celah dalam pertahanan negara," kata Brigjen Mousavi.

Doktrin pertahanan Iran bertujuan untuk melindungi integritas wilayah, kepentingan nasional, dan stabilitas regional di dua tingkat strategis: memastikan keamanan penuh perbatasan Iran serta menjaga stabilitas dan keamanan wilayah di sekitar Republik Islam.

Dalam konteks ini, kemampuan pertahanan Iran dalam menjaga perbatasan negara diperkuat sesuai dengan kebutuhan. Dalam menghadapi ancaman, Republik Islam secara seksama memantau perkembangan keamanan di kawasan dan siap mengambil tindakan untuk melawan ancaman jika diperlukan.

Oleh karena itu, meningkatkan kemampuan dan akurasi sistem pertahanan udara merupakan salah satu prioritas program pertahanan Angkatan Bersenjata Iran. Saat ini sistem pertahanan udara Iran memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menangkal ancaman musuh.

Menurut think tank yang berbasis di Washington, American Enterprise Institute, doktrin pertahanan Republik Islam Iran disusun untuk memproduksi peralatan yang dibutuhkan untuk pertahanan yang efektif dan inovatif.

Dalam hal ini, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan, "Selama pihak tertentu masih menggunakan bahasa ancaman dengan Iran, maka kami akan melanjutkan penguatan pondasi pertahanan dengan kuat."

Iran selalu menekankan bahwa keamanan regional harus diciptakan oleh negara-negara di kawasan, tanpa campur tangan asing.

Republik Islam bahkan telah menawarkan pakta non-agresi kepada negara-negara regional dengan tujuan melakukan kerja sama dan pertukaran pengalaman untuk menjaga perdamaian dan keamanan kolektif.

Presiden Hassan Rouhani dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada September lalu, mengatakan, "Saya ingin mengundang semua negara yang terkena dampak langsung oleh perkembangan di Teluk Persia dan Selat Hormuz untuk bergabung dalam 'Koalisi untuk Harapan' yang berarti Inisiatif Perdamaian Hormuz."

Saat ini Iran memiliki kesiapan penuh untuk melawan ancaman dan kekuatan agresor, tetapi juga menawarkan kerja sama militer dan keamanan regional dengan negara-negara di kawasan.

"Iran tidak terpengaruh oleh ancaman, sanksi atau tekanan apapun. Angkatan bersenjata Republik Islam akan merespons tegas setiap ancaman dan bahaya yang datang dari musuh," tegas Brigjen Mousavi. (RM)