Rouhani: Konspirasi Musuh untuk Merusak Iran, Gagal
-
Presiden Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani seraya menjelaskan bahwa Iran dengan kewaspadaan, resistensi dan perlawanan telah melewati kondisi krisis mengatakan, konspirasi Amerika, rezim Zionis dan negara reaksioner kawasan untuk merusak Iran mengalami kegagalan.
Rouhani Senin (14/10/2019) sore di jumpa pers kepada wartawan dalam dan luar negeri seraya mengisyaratkan bahwa Amerika keluar dari kesepakatan nuklir karena represi kubu ekstrim dalam negeri, Israel dan Arab Saudi, mengingatkan, Republik Islam sampai saat ini telah melaksanakan tiga langkah penurunan komitmen di JCPOA dan jika pihak seberang tetap tidak menjalankan komitmennya, maka Tehran akan melaksanakan langkah berikutnya.
"Jika sanksi ilegal terhadap Iran dicabut, dan kondisi perundingan 5+1 siap, maka Tehran juga siap berunding dengan negara manapun," papar Rouhani.
Seraya menjelaskan bahwa isu regional harus diselesaikan oleh negara kawasan, Rouhani menekankan, seluruh negara kawasan dan dunia harus mengetahui bahwa pengobaran instabilitas di kawasan bukan represi terhadap Iran tapi tekanan terhadap keamanan dan ekonomi dunia.
Presiden Iran seraya mengisyaratkan penargetan kapal tanker Iran di dekat pantai Arab Saudi hari Jumat lalu, mengatakan, yang pasti adalah sebuah rezim dengan bantuan sejumlah negara lain melakukan hal ini dan setiap neagra yang melakukannya harus menunggu akibatnya.
Terkait upaya dan pengaturan Iran untuk mencegah berlanjutnya kondisi saat ini di utara Suriah, Rouhani menjelaskan, solus keamanan Turki dan penghapusan kekhawatirannya adalah penempatan pasukan Suriah di wilayah utara negara ini, namun invasi Turki ke wilayah Suriah bukan peristiwa menyenangkan dan harus diupayakan untuk melanjutkan dialog Astana. (MF)