Iran Pendukung Sejati Palestina Melawan Zionis Israel
https://parstoday.ir/id/news/iran-i75615-iran_pendukung_sejati_palestina_melawan_zionis_israel
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "Republik Islam Iran berada di garis depan dalam menentang rezim Zionis Israel dan AS dalam membela rakyat Palestina.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Nov 14, 2019 14:10 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran di Konferensi Internasional ke-33 tentang Persatuan Islam di Tehran
    Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran di Konferensi Internasional ke-33 tentang Persatuan Islam di Tehran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "Republik Islam Iran berada di garis depan dalam menentang rezim Zionis Israel dan AS dalam membela rakyat Palestina.

Hassan Rouhani pada hari Kamis, 14 November, di Konferensi Internasional ke-33 tentang Persatuan Islam di Tehran menyebut Palestina dan al-Quds al-Syarif sebagai masalah paling penting dunia Islam dan merujuk pada kebijakan AS dan rezim Zionis Israel yang berusaha agar dunia melupakan masalah Palestina, mengatakan, "Dunia Islam tidak akan membiarkan musuh-musuh membuat lupa masalah Palestina sebagai isu pertama dunia Islam.

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Palestina dan Quds, sebagai isu pertama dunia Islam, selalu menjadi fokus Konferensi Persatuan Islam yang diselenggarakan tahunan di Tehran, yang menunjukkan pentingnya kebijakan luar negeri Iran dalam mendukung negara Palestina yang tertindas.

Dengan kemenangan Revolusi Islam, dukungan untuk Palestina dan al-Quds telah menjadi salah satu prioritas kebijakan luar negeri utama Republik Islam Iran.

Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, dengan tujuan menjadikan masalah Palestina tetap hidup dan tetap sebagai isu global, menetapkan Jumat terakhir setiap bulan sebagai "Hari Quds Sedunia".

Langkah Imam Khomeini, sembari menyiagakan bangsa-bangsa Islam dan para pencari kebebasan lainnya di seluruh dunia untuk memberikan perhatian khusus kepada Kiblat pertama umat Islam, telah mengalahkan konspirasi Amerika dan rezim Zionis melawan Palestina dan Quds.

Kesadaran bangsa-bangsa Islam saat ini diperlukan lebih dari sebelumnya, karena Zionis Israel berusaha meminggirkan masalah Palestina dengan dukungan Amerika yang terang-terangan dan kompromi dengan beberapa rezim Arab.

Memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Quds yang diduduki, mengusulkan apa yang disebut "Kesepakatan Abad" dan terungkapnya upaya rekonsiliasi tersembunyi sebagian negara Arab dengan Zionis Israel memiliki satu tujuan yang sama, menciptakan lingkaran aman bagi rezim Zionis yang goyah, melupakan masalah Palestina dan  menggeser musuh bersama bangsa-bangsa Islam.

Zionis Israel, sebagai musuh bersama bangsa-bangsa di kawasan dan negara-negara Islam selama 70 tahun terakhir, telah berupaya mengejar tujuan mereka di Asia Barat dalam bayang-bayang normalisasi dengan beberapa negara Arab dan dukungan Amerika dengan menebar isu Iranphobia.

Dalam konteks ini, dan mengingat bahwa dalam tiga dekade terakhir, sumber dari setiap perang, pembantaian dan perselisihan di wilayah tersebut adalah AS dan rezim Zionis, maka menjadi penting persatuan negara-negara Islam dan kewaspadaan mereka dalam menghadapi konspirasi baru Zionis.

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Seperti yang dinyatakan oleh Presiden Republik Islam Iran pada Konferensi Internasional ke-33 tentang Persatuan Islam di Tehran, "Generasi muda harus memahami bahwa Amerika tidak dan tidak akan menjadi teman dari bangsa-bangsa kawasan dan umat Islam, dan bahwa penyelesaian masalah-masalah kawasan harus diselesaikan oleh rakyat di kawsan dan Palestina harus dibebaskan oleh Palestina dan umat Islam di kawasan yang hebat.

Mengingat perkembangan terakhir di tanah air Palestina mulai dari Quds hingga Gaza, kesadaran dan persatuan bangsa-bangsa Muslim dan dukungan mereka untuk rakyat Palestina yang tertindas akan menutup jalan bagi konspirasi Zionis.

Dalam hal ini, Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab Islam, Ayatullah Mohsen Araki menilai dukungan mutlak atas Muqawama Palestina merupakan kewajiban semua umat Islam dan mengatakan, "Persatuan Islam dapat menggagalkan konspirasi kubur Arogan yang anti Palestina."