Saholan, Gua Air Terindah Kedua di Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76626-saholan_gua_air_terindah_kedua_di_iran
Gua Saholan (Sahulan/Sahoolan) adalah gua air kedua di Republik Islam Iran yang memiliki potensi untuk menarik wisatawan dan pecinta alam.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 16, 2019 16:15 Asia/Jakarta

Gua Saholan (Sahulan/Sahoolan) adalah gua air kedua di Republik Islam Iran yang memiliki potensi untuk menarik wisatawan dan pecinta alam.

Saholan merupakan gua air kedua di Iran setelah Gua Air Ali Sadr, yang memiliki keindahan yang menakjubkan. Sementara Gua Air Ali Sadr adalah gua air terbesar dan terpanjang di dunia.

Pemandangan Gua Saholan yang sangat indah telah menarik banyak pecinta alam dan juga wisatawan ramah lingkungan.

Gua Saholan terletak di 43 km di sebelah timur Mahabad di Provinsi Azarbaijan Barat. Gua ini berada di bukit kecil batu kapur dan memiliki dua pintu masuk.

Saholan terbentuk akibat efek korosif air. Bukti geomorfologis yang dikumpulkan dari dalam gua menunjukkan bahwa gua ini terbentuk di bawah kondisi freatik oleh air yang diam dan tidak mengalir.

Di seluruh gua ada tepian horisontal dari deposit kalsit di sepanjang dinding yang mengindikasikan tingkat air yang lebih tinggi di masa lalu.

Luas dalam Gua Saholan sekitar 600 meter persegi dan berisi batu kapur. Tinggi atap gua sekitar 50 meter, sementara kedalaman airnya di sejumlah tempat mencapai 32 meter, bahkan 50 meter.

Perbedaan suhu di dalam dan di luar Gua Saholan adalah antara 10 dan 15 derajat. Secara geologis, gua ini berusia 70 juta tahun.

Dalam bahasa Kurdi, Saholan berarti "Yakhbandan" (es/sangat dingin). Bagian tanahnya yang tidak terkena air dalam bahasa Kurdi disebut sebagai "Kone Malan" yang berarti rumah dan tempat tinggal.

Sementara bagian airnya dalam bahasa Kurdi disebut sebagai "Kone Kotter" yang berarti sarang Merpati. Sebab, burung-burung Merpati bersarang di dalam gua tersebut.

Gua Air Saholan sangat mirip dengan Gua Ali Sadr. Stalaktit dan kristal gua ini menarik setiap pengunjung.

Arkeolog Perancis bernama Jacques de Morgan dilaporkan telah menelusuri gua tersebut hingga kedalaman 200 meter. Pada tahun 1994 dan 1997, para arkeolog Iran melakukan penelitian ke dalam sejarah gua ini.

Prestasi para ahli speleologi membuktikan bahwa sejak SM dan pada abad pertengahan, kehidupan telah ada. Tembikar yang ditemukan dari masa Parthia dan cangkir tembaga dari periode Ilkhanate membuktikan hal itu. (RA)