Rouhani kepada Trump: Bangsa Iran Tidak Takut Ancaman AS !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i77305-rouhani_kepada_trump_bangsa_iran_tidak_takut_ancaman_as_!
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menanggapi ancaman Donald Trump yang akan menargetkan sejumlah titik pusat di Iran, dengan mengatakan, "Jangan pernah mengancam bangsa Iran yang besar."
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 07, 2020 08:03 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Donald Trump
    Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Donald Trump

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menanggapi ancaman Donald Trump yang akan menargetkan sejumlah titik pusat di Iran, dengan mengatakan, "Jangan pernah mengancam bangsa Iran yang besar."

"Mereka yang mengancam Iran akan menargetkan 52 titik, termasuk pusat budaya, juga harus mengingat angka 290 dan penerbangan Iran Air 655," tulis Rouhani dalam cuitan di Twitternya hari Senin (6/1/2020).

Statemen Presiden Iran ini menyinggung serangan terhadap pesawat komersial Iran Air 655 yang dihantam dua roket dari kapal perang AS, USS Vincennes secara sengaja 32 tahun silam.

 

Serangan roket AS terhadap pesawat komersial Iran Air 655

Serangan yang berlangsung pada 3 Juli 1988 itu menewaskan 290 penumpang dan awaknya, termasuk 66 anak-anak dan 53 wanita.

Setelah insiden, para pejabat AS berupaya menjustifikasi kejahatannya dengan menyebut kesalahan sasaran. Tetapi dalih tersebut sulit diterima karena kapal perang AS dilengkapi radar paling canggih ketika itu yang bisa membedakan pesawat komersial dan tempur. 

Presiden AS Donald Trump melempar cuitan provokatifnya hari Minggu dengan menulis, "Jika Iran menargetkan kepentingan AS dan menyerang  warganya, maka AS akan menyerang 52 titik di Iran, termasuk pusat-pusat budaya yang mewakili 52 orang AS yang ditangkap bertahun-tahun lalu dalam penyerangan kedutaan,".

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menanggapi ancaman Trump tersebut dengan mengatakan, "Presiden AS yang telah melakukan pelanggaran hukum internasional melalui pembunuhan secara pengecut, harus tahu akhir dari kehadiran jahat mereka di Asia Barat, dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa dengan ancaman dan Intimidasinya,".(PH)