Iran: Kinerja NATO, Kobarkan Instabilitas Global !
-
Seyed Abbas Mousavi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pernyataan terbaru Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg yang berupaya menjustifikasi aksi terorisme AS terhadap Syahid Soleimani, dan mengatakan bahwa kinerja NATO selama beberapa tahun terakhir tidak lain dari kehancuran, perang dan instabilitas di kawasan dan dunia.
Seyed Abbas Mousavi Rabu malam (8/1/2020) menilai sikap NATO yang membenarkan aksi terorisme AS sebagai anggota terbesar NATO bertujuan untuk mengalahkan opini publik dunia dari kejahatan Washington.
"Justifikasi terhadap aksi teror secara pengecut yang dilakukan AS kepada Syahid Soleimani mengabaikan peran besar komandan besar ini dalam pertempuran yang menentukan melawan teroris dan penghancuran ISIS yang membahayakan kawasan dan hingga perbatasan Eropa," ujar Jubir Kemenlu Iran.
Mousavi juga menyesalkan sikap NATO yang menjadi alat untuk membenarkan tindakan Amerika Serikat dan beberapa sekutu Eropa dalam mengejar tujuan politik destruktif mereka di kawasan.
"Republik Islam Iran percaya bahwa keamanan akan pulih ketika kegiatan teroris yang mendapat dukungan dari pasukan trans-regional, bahkan beberapa di antaranya beroperasi di bawah naungan NATO bisa dihentikan, dan keamanan kawasan diserahkan kepada negara-negara regional," tegas Mousavi.
Letjen Qasem Soleimani, Komandan brigade Quds, Korp Garda Revolusi Islam Iran dan Abu Mahdi Al-Muhandis bersama delapan orang lainnya gugur dalam serangan udara AS di bandara internasional Baghdad.
Syahid Soleimani selama ini dikenal sebagai tokoh terkemuka dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS di kawasan Asia Barat.(PH)