Meski Ada Tekanan AS, Hubungan Iran-Rusia Terus Meningkat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i78055-meski_ada_tekanan_as_hubungan_iran_rusia_terus_meningkat
Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan hubungan Republik Islam dan Rusia terus berkembang meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 28, 2020 07:34 Asia/Jakarta
  • Vyacheslav Volodin (kiri) dan Presiden Hassan Rouhani.
    Vyacheslav Volodin (kiri) dan Presiden Hassan Rouhani.

Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan hubungan Republik Islam dan Rusia terus berkembang meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Duma Rusia, Vyacheslav Volodin di Tehran, Senin (27/1/2020) sore.

Menurut Rouhani, parlemen berperan penting dalam pengembangan hubungan antar-negara dan ia berharap semua kesepakatan yang dicapai Iran dan Rusia di bidang investasi bersama dapat segera dilaksanakan.

"Hubungan trilateral Iran, Rusia, dan Cina serta pelaksanaan latihan militer bersama di Laut Oman juga merupakan indikasi dari tekad ketiga negara untuk memiliki hubungan yang lebih dekat," ujarnya.

Rouhani menganggap hubungan dengan negara-negara kawasan Eurasia sangat penting bagi Tehran. "Pemerintah Rusia memiliki kerja sama yang baik dalam perluasan hubungan bisnis Iran dengan negara-negara Eurasia," tambahnya.

Pertemuan Komisi Tinggi Kerja Sama Parlemen Rusia-Iran.

Sementara itu, ketua Duma Rusia mengatakan hubungan baik Tehran dan Moskow merupakan hasil dari keputusan yang dibuat oleh pemimpin kedua negara.

"Kami percaya bahwa keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemerintah Rusia dan Iran harus dilaksanakan sehingga hubungan kedua pihak di berbagai bidang akan terus meningkat," kata Vyacheslav Volodin.

Mengacu pada pertemuan Komisi Tinggi Kerja Sama Parlemen Rusia-Iran, Volodin menuturkan agenda utama komisi ini adalah pengembangan hubungan bisnis kedua negara dan dengan meningkatkan frekuensi pertemuan, hasil-hasil yang lebih baik akan dicapai.

Volodin telah bertemu dengan Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani pada Senin pagi, dan kemudian mengikuti pertemuan Komisi Tinggi Kerja Sama Parlemen Rusia-Iran yang kedua. (RM)