Nasib Kesepakatan Abad dalam Perspektif Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i78349-nasib_kesepakatan_abad_dalam_perspektif_rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan masyarakat Iran dari berbagai kalangan di Huseiniyah Imam Khomeini Tehran hari Rabu (5/2/2020) menyinggung sejumlah masalah penting di antaranya tentang kesepakatan Abad.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 06, 2020 09:22 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan masyarakat Iran dari berbagai kalangan di Huseiniyah Imam Khomeini Tehran hari Rabu (5/2/2020) menyinggung sejumlah masalah penting di antaranya tentang kesepakatan Abad.

Rahbar menilai prakarsa ini akan mati sebelum Trump meninggal. Ayatullah Khamenei mengatakan, "Ini pasti tidak akan berhasil. Jadi hilir mudik dan menghabiskan dana besar-besaran untuk meluncurkannya dengan gegap gempita hanya tindakan bodoh semata."

Beliau juga menyebut Kesepakatan Abad sebagai tanda jelas kejahatan dan kebobrokan Amerika, dengan menegaskan, "Amerika menjalin kesepakatan dengan Zionis untuk sesuatu yang bukan milik mereka. Palestina adalah milik orang-orang Palestina dan segala keputusan apapun hanya milik mereka. Kalian [AS dan Zionis] apa urusannya membuat keputusan mengenai tanah dan rumah orang lain? Ini tanda kekejian, kebobrokan dan kerusakan sistematis kalian !"

Ayatullah Khamenei dalam pidatonya kemarin yang disampaikan menjelang peringatan puncak kemenangan Revolusi Islam Iran ke-41, menjelaskan dua aspek penting dalam pandangan Republik Islam mengenai dinamika domestik, regional dan global.

Pertama, penekanan terhadap partisipasi seluruh elemen bangsa Iran dalam setiap peristiwa yang sensitif dan menentukan di dalam negeri.

Pasca kemenangan Revolusi Islam, Iran memasuki era baru dengan salah satu parameter pentingnya adalah pembentukan sistem demokrasi religius dan komitmen terhadap cita-cita dan nilai-nilai revolusioner dan keagamaan.

Partisipasi bangsa Iran di arena politik dan pembaruan komitmen terhadap cita-cita luhur Revolusi Islam diwujudkan dalam pawai 22 Bahman dan kehadiran epiknya dalam pemilu. Kedua hal ini  merupakan komponen yang selalu membuat Iran lebih kuat dalam menghadapi musuh. Masalah ini ditegaskan dalam pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran bahwa tahun ini, pawai 22 Bahman dan pemilu legislatif sebagai dua ujian utama bagi bangsa Iran.

Rahbar dalam statemennya kemarin menggambarkan pemilu sebagai manifestasi dari "Kejayaan, martabat, dan kebijaksanaan nasional." Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa penyelenggaraan pemilu secara meriah dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat di tempat pemungutan suara akan menjamin keamanan negara, sebab musuh lebih mengkhawatirkan dukungan rakyat terhadap negara daripada senjata,".

Aspek kedua mengenai pandangan komprehensif dan makro Rahbar menyikapi berbagai masalah dunia Islam, termasuk isu Palestina sebagai prioritas utamanya.

 

Protes menentang Kesepakatan Abad di Palestina

 

Selama bertahun-tahun pasca kemenangan Revolusi Islam, rakyat Iran terus mengusung dan mempertahankan prinsip-prinsip revolusioner, dan menunjukkan kapasitas Revolusi Islam kepada dunia bahwa mereka tidak pernah mau bertekuk lutut terhadap tekanan musuh. Dewasa ini perjuangan menghadapi plot AS dan rezim Zionis Israel sebagai batu ujian bagi gerakan perlawanan global. Oleh karena itu, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menghadapi  Kesepakatan Abad adalah perlawanan. Menurut Rahbar yang dibutuhkan saat ini dalam menghadapi plot jahat AS dan Zionis adalah jihad dengan penuh keberanian dari bangsa Palestina, juga dukungan penuh dunia Islam terhadap perjuangan mereka.

Ayatullah Khamenei menilai solusi utama masalah Palestina adalah solusi mendasar yang telah disampaikan Iran di organisasi-organisasi dunia yaitu referendum warga asli Palestina. Beliau mengungkapkan,"Satu-satunya solusi perdamaian dan penyelesaian masalah Palestina adalah referendum rakyat Palestina asli apapun agamanya, Islam, Kristen atau Yahudi, sehingga dengan suara mereka terbentuk sebuah pemerintahan yang diinginkan di atas tanah Palestina, dan mereka memutuskan sendiri tentang Palestina, dan bukan orang-orang semacam Netanyahu maupun yang lainnya,".

Pandangan Rahbar ini mencerminkan fakta bahwa Republik Islam tetap mempertahankan nilai-nilai revolusi selama bertahun-tahun dan tidak pernah menyerah menghadapi tekanan musuh, bahkan terus membela hak-hak kaum tertindas  di dunia.(PH)