Imbauan Rahbar akan Tanggung Jawab Bersama Hadapi Corona
-
Ayatullah Khamenei
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Iran (HMPI) selain menanam dua tunas pohon, terkait virus Corona di Iran berterima kasih kepada dokter, perawat dan tim medis.
Rahbar seraya mendoakan kesembuhan pasien dan memohon rahmat serta ampunan Allah Swt bagi korban meninggal virus ini dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggal menambahkan, "Jangan melanggar saran dan perintah para petugas mengenai pencegahan penyebaran wabah ini, karena Allah telah memerintahkan kita untuk memikul bertanggung jawab atas kesehatan kita dan orang lain."
Penyebaran virus Corona dimulai sejak Desember 2019 di kota Wuhan, Cina. Virus ini sampai kini selain menyebar di 30 provinsi Cina, juga telah menular ke 70 negara lain.
Sampai saat ini lebih dari 92 ribu penduduk dunia terinfeksi virus ini dan di antara jumlah tersebut lebih dari 48 ribu berhasil disembuhkan serta lebih dari 3000 lainnya meninggal dunia.
Meski sejumlah negara lain pasien Corona lebih parah dan kasus penderita yang terinfeksi juga besar, namun mereka memilih untuk menyembunyikan kasus ini. Namun realitanya menunjukkan bahwa perang melawan Corona saat ini berubah menjadi perang global.
Sejak dua pekan lalu ketika kasus Corona di Iran diumumkan, rakyat telah diberitahu dan upaya serta langkah dan program luas telah dimulai para pejabat untuk mengendalikan virus ini.
Wakil menteri kesehatan Iran, Alireza Raisi Selasa (3/3) kepada wartawan menyatakan total warga yang terinfeksi Corona di Iran mencapai 2336 dan kasus meninggal mencapai 77 pasien.
Raisi juga menyatakan jumlah pasien Corona yang berhasil disembuhkan sebanyak 435 orang.
Mengingat Corona virus baru dan dengan karakteristik tak jelas, berbagai negara diharapkan untuk membagi pengalaman mereka sehingga virus ini dapat dikendalikan.
Sekaitan dengan ini, delegasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pakar dari Cina hari Selasa di sidang bersama dengan pejabat Kemenkes Iran di Tehran membahas proses penyebaran virus ini.
Selain itu, di pertemuan ini juga dibicarakan pembahasan teknis terkait skrining, diagnosis dan pengobatan. WHO selama beberapa hari lalu juga mengirim paket peralatan medis dan perlindungan di hadapan virus Corona ke Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di akun Twitternya berterima kasih kepada WHO dan negara-negara yang membantu Iran meski ada terorisme ekonomi .
Wabah Corona sebuah krisis yang tengah berkembang. Di Iran juga seperti berbagai negara lain, wabah Corona menimbulkan dampak negatif termasuk bagi sektor ekonomi. Bangsa Iran sejak 40 tahun lalu menghadapi beragam krisis mulai dari bencana alam, represi ekonomi dan perang yang dipaksakan. Namun demikian Iran mampu melewati seluruh kesulitan dan krisis. Seperti yang dinyatakan Rahbar, “"Ujian ini tentu saja tidak begitu besar dan ada juga yang lebih besar dari itu.”
Sekarang ada dinamika tingkat makro yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama di bidang kegiatan pengobatan dan pencegahan yang dapat memberi dampak permanen bagi peningkatan kesehatan masyarakat Iran dan kawasan. Berbagai laporan resmi menunjukkan bahwa 20 persen warga yang dipastikan terinfeksi Corona di Iran mulai menunjukkan tanda-tanda kesembuhan dan kesehatannya mulai pulih.
Menurut Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki, kini Iran berada di posisi kedua bagi penderita Corona yang berhasil disembuhkan.
Tak diragukan lagi bahwa krisis ini juga seperti krisis lainnya di Iran yang akan memberi potensi baru bagi negara ini. Bangsa Iran dengan bersandar pada kemampuannya dan komitmen dengan keyakinan mereka, senantiasa berhasil melalui setiap kondisi putus asa dan membuat ancaman menjadi peluang serta ketika menghadapi krisis mereka berhasil mengalahkan setiap kesulitan dan kendala melalui tekad serta kohesi nasional. (MF)