Presiden Iran: Sanksi AS Jegal Penanganan Covid-19
https://parstoday.ir/id/news/iran-i79739-presiden_iran_sanksi_as_jegal_penanganan_covid_19
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyatakan, sanksi lalim AS terhadap Iran tidak hanya merugikan bangsa Iran saja, tapi juga mempengaruhi penanganan penyebaran Covid-19 di tingkat dunia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 21, 2020 07:50 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran, Hassan Rouhani
    Presiden Iran, Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyatakan, sanksi lalim AS terhadap Iran tidak hanya merugikan bangsa Iran saja, tapi juga mempengaruhi penanganan penyebaran Covid-19 di tingkat dunia.

Presiden Rouhani dalam sebuah pesan yang disampaikan kepada rakyat Amerika mengingatkan bahwa setiap kebijakan sempit dan konfrontatif yang akan merusak sistem medis dan membatasi sumber daya keuangan dalam manajemen krisis Iran berdampak langsung terhadap proses memerangi epidemi global ini.

Ia juga menegaskan bahwa sanksi pemerintah AS terhadap Tehran telah menyebabkan banyak rakyat Iran kehilangan kesehatan, pekerjaan dan penghasilan mereka. 

"Meski demikian, bangsa Iran tetap tegar menghadapi virus corona, serta sanksi dan kebijakan tekanan maksimum pemerintah AS," ujar Rouhani Jumat (20/3/2020).

Rouhani dalam statemennya mengajukan pertanyaan kepada rakyat AS, "Apakah orang-orang Amerika bisa menerima sanksi lalim terhadap bangsa Iran ini diberlakukan atas nama mereka, dan dengan suara mereka?"

Presiden Iran juga menekankan sudah waktunya bagi rakyat Amerika untuk berteriak lantang dan meminta pertanggungjawaban pemerintah Amerika terhadap masalah tersebut. 

"Jangan biarkan sejarah Amerika dihitamkan lagi [oleh politisinya] melebihi sebelumnya," tegas Rouhani.

Di tengah merebaknya Covid-19 ke berbagai negara dunia, termasuk Iran, yang saat ini sedang berjuang melawan penyebaran virus berbahaya ini, AS terus melanjutkan pendekatan tekanan maksimum terhadap Iran, bahkan berulangkali mengumumkan akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Tehran.(PH)