Sanksi AS dan Dukungan Dunia terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i79839-sanksi_as_dan_dukungan_dunia_terhadap_iran
Sanksi AS yang kejam dan tidak manusiawi terhadap Iran memicu solidaritas internasional mendukung Tehran menghadapi sanksi Washington.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 27, 2020 10:35 Asia/Jakarta

Sanksi AS yang kejam dan tidak manusiawi terhadap Iran memicu solidaritas internasional mendukung Tehran menghadapi sanksi Washington.

Delapan negara telah mengirim surat kepada PBB yang menuntut pencabutan sanksi terhadap Iran yang saat ini sedang berperang melawan Covid-19. Rusia, Cina, Suriah, Kuba, Nikaragua, Korea Utara, Venezuela, dan Iran mengirim surat bersama kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mendesak pencabutan sanksi-sanksi sepihak AS terhadap Iran yang menjegal penanganan virus corona di negara ini.

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza di akun Twitternya menulis, "Dengan mempertimbangkan penyebaran Covid-19, saat ini Cina, Rusia, Iran, Suriah, Republik Rakyat Demokratik Korea, Kuba, Nikaragua dan Venezuela menyerukan supaya Antonio Guterres bekerja sama dengan menggunakan kekuatan PBB untuk mencabut secara penuh tindakan represif ilegal. Sanksi adalah kejahatan dan harus dihentikan sesegera mungkin,".

Delegasi Rusia untuk PBB pada hari Kamis di akun Twitter-nya mempublikasikan bagian dari suratnya yang menyerukan supaya Guterres mengambil sikap sesuai prinsip PBB yang menentang langkah unilateral, dan mendesak pencabutan  penuh tekanan ekonomi sewenang-wenang, ilegal, dan destruktif terhadap suatu negara.

Surat itu menekankan pernyataan Sekretaris Jenderal PBB baru-baru ini bahwa sekarang bukan saatnya untuk membangkitkan kekacauan tetapi waktu untuk membangun solidaritas, kerja sama dan rasa hormat terhadap kemanusiaan. 

Guterres menegaskan, "Jika kita benar-benar ingin mengatasi krisis kemanusiaan yang kompleks ini, kini saatnya untuk bertindak kolektif di tingkat nasional, regional dan internasional tanpa diskriminasi,".

Para pejabat tinggi negara-negara dunia bahkan di Amerika Serikat sendiri menyerukan pemerintahan Trump supaya mencabut sanksi AS yang kejam dan tidak manusiawi terhadap Iran. Surat delapan negara ini ditulis dalam konteks tersebut, terutama dengan dukungan Rusia dan Cina sebagai dua kekuatan internasional yang menjadi rival AS.

 

 

Surat ini juga menjelaskan dampak buruk sanksi AS terhadap kemampuan Iran untuk menghadapi Covid-19. Bahkan sejumlah anggota DPR dan senat AS termasuk dua senator terkenal; Bernie Sanders dan Elizabeth Warren telah menulis surat mendesak penurunan sanksi terhadap Tehran.

Selain itu, pengurangan sanksi anti-Iran tersebut bukan hanya tuntutan anggota Kongres AS, tetapi 25 organisasi AS yang disampaikan kepada presiden, menteri keuangan dan menteri luar negeri AS yang meminta Washington meninjau  kembali kebijakan sanksi terhadap yang sedang berjuang menangani penyebaran Covid-19.

Dua surat kabar terkemuka AS, New York Times dan Washington Post, juga menyerukan penurunan sanksi tersebut demi mengatasi wabah virus corona di Iran yang sejalan dengan tuntutan global. New York Times menulis, "Menambahkan sanksi ketika Iran sedang menghadapi masalah secara moral keliru dan keji.  Lebih penting dari semua itu, tidak ada bukti bahwa tekanan maksimum berhasil mewujudkan tujuannya,".

Berlanjutnya sanksi dan tekanan politik AS terhadap Iran telah menunjukkan fakta tentang tekanan maksimum terhadap sistem kesehatan Iran. Faktanya, kebijakan pemerintahan Trump menerapkan sanksi lalim terhadap Iran melalui kebijakannya justru memperburuk penanganan Covid-19 di Iran. Meskipun rezim sanksi AS terhadap Iran tampaknya telah membebaskan bantuan kemanusiaan, tapi para pakar sanksi mengatakan pada kenyataannya lebih kompleks. Pasalnya, pejabat tinggi AS berupaya meningkatkan tekanan terhadap Iran pada saat ini selama Teheran tidak bersedia menerima tuntutan ilegal pemerintahan Trump dalam bentuk 12 persyaratan Pompeo.

Menlu AS menyatakan bahwa pengiriman bantuan medis dan kemanusiaan ke Iran dari negara-negara dunia diperkenankan oleh Washington jika pemerintah Iran membebaskan tahanan asing di negara ini. Statemen tersebut mengindikasikan sikap tidak manusiawi pemerintahan Trump terhadap Iran dan pelanggarannya terhadap hak asasi manusia.(PH)