Bagheri: Karena Covid-19, Pengetahuan Militer Iran Meningkat
-
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan, krisis akibat virus Corona (Covid-19) telah menyebabkan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran kesehatan dan pengobatan bagi pasukan Angkatan Bersenjata Iran.
Hal itu disampaikan oleh Bagheri dalam pertemuan di Pusat Kesehatan dan Pengobatan Imam Ridha as pada hari Minggu (29/3/2020) di Tehran.
Pertemuan di Pusat Kesehatan dan Pengobatan Angkatan Bersenjata Iran itu bertujuan untuk mengevaluasi langkah-langkah Angkatan Bersenjata guna membantu Markas Nasional Pengendalian Penyebaran Covid-19.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran telah menyiapkan lebih dari 4.000 ranjang untuk pasien Covid-19. Kami juga memiliki 3.000 ranjang pasien kosong di rumah sakit-rumah sakit Angkatan Bersenjata," kata Bagheri.
Dia menambahkan, program screening yang dilakukan oleh Masyarakat Medis Basij Iran dan berbagai lembaga lainnya merupakan program nasional yang besar.
"Hingga sekarang, lebih dari 58 juta warga Iran telah melewati program screening, dan dalam beberapa hari mendatang semua warga negara ini akan menjalani screening," ujarnya.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran lebih lanjut menyinggung pelayanan yang dilakukan Angkatan Bersenjata sejak munculnya kasus Covid-19 di negara ini.
Bagheri menjelaskan, 700.000 Basij telah dikerahkan untuk melawan Covid-19 dan Angkatan Darat Militer Iran juga telah mendirikan posko dan membersihkan jalan-jalan melalui penyemprotan cairan disinfektan.
Dia menuturkan, operasi pertahanan biologis dan pembersihan lingkungan serta operasi pembersihan 3.000 wilayah di berbagai provinsi merupakan bagian lain dari langkah Angkatan Bersenjata Iran untuk memberantas Covid-19.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran Kianoush Jahanpour pada hari Minggu siang mengatakan, hingga sekarang 12.391 pasien yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Iran telah sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.
"Sejak Sabtu siang hingga hari (Minggu siang), berdasarkan hasil laboratorium, ada 2.901 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi 38.309 orang," ujarnya.
Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 123 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia akibat virus ini hingga sekarang mencapai 2.640 orang.
Iran telah mulai menerapkan Karantina Kewilayahan dan Social Distancing di seluruh negeri sejak Jumat pagi ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Lebih dari 50 juta warga negara ini juga telah menjalani program screening.
Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Virus ini telah menyebar ke lebih dari 200 negara dunia. Menurut data terbaru, setidaknya lebih dari 663.228 orang telah terinfeksi virus Corona di seluruh dunia.
Lebih dari 139.859 pasien virus ini berhasil sembuh dan lebih dari 31.120 lainnya meninggal dunia. (RA)