Sanksi Baru AS terhadap sektor Navigasi Iran
-
AS dan Sanksi anti Iran
Dalam koridor kampanye represi maksimum terhadap Republik Islam Iran, Amerika pasca keluar dari JCPOA pada Mei 2018 menjatuhkan beragam sanksi terhadap Tehran dan terkadang menambah daftar hitam baru sanksi terhadap negara ini.
Langkah terbaru Washington dalam hal ini adalah statemen Menlu Mike Pompeo Senin (8/6/2020) yang menyatakan sanksi terhadap perusahaan pelayaran Iran IRISL dan perusahaan Cina E-sail yang dianggap Amerika berada di bawah perusahaan navigasi Iran diberlakukan mulai Senin 8 Juni 2020.
Pemerintah Amerika enam bulan lalu menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan pelayaran Iran dan sejumlah perusahaan yang berafiliasi dengannya sesuai kepres AS 13382, tapi Washington memberi tenggat waktu 180 hari sebelum melaksanakan sanksi tersebut.
Pompeo di statemennya mengklaim bahwa pemerintah Amerika tahun lalu menangguhkan penerapan sanksi terhadap perusahaan pelayaran Iran sehingga melalui pelayaran tersebut barang dan bantuan kemanusiaan dapat diekspor ke Iran serta dapat mencari pengganti bagi perusahaan tersebut.
Kini tenggat waktu tersebut berakhir dan setiap perusahaan yang untuk selanjutnya menggunakan perusahaan pelayaran Iran dan perusahaan E-sail untuk mengirim barang, maka mereka akan terkena sanksi Amerika. Dengan demikian Amerika secara praktis menghalangi jalur pengiriman produk kemanusiaan termasuk peralatan medis dan obat-obatan ke Iran.
Sementara itu di sisi lain, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) dari Departemen Keuangan AS hari Senin mencantumkan 125 kapal barang dan tanker Iran yang sebelumnya telah disanksi lembaga ini dengan judul lain yakni sanksi yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal.
Sepertinya sanksi baru Amerika terhadap sektor pelayaran Iran berkaitan langsung dengan kekalahan politik dan militer pemerintah Trump mencegah pengiriman kapal tanker Iran ke Venezuela. Sejatinya Washington melalui sanksi ini dan dengan alasan baru berencana membalas kegagalan dan skandal besarnya dari Tehran.
Iran beberapa waktu lalu mengabaikan sanksi sepihak Amerika dan menyambut permintaan pemerintah Venezuela. Tehran mengirim sejumlah kapal tanker berisi bahan bakar ke Caracas. Di sisi lain, Washington mengumbar ancaman akan mengirim kapal perang untuk mencegah pengiriman kapal tanker Iran tersebut, namun secara praktis tidak ada kemajuan dan kapal tanker Iran dengan selamat berlabuh di Caracas serta kembali dengan selamat. Para pengamat menilai hal ini sebagai prestasi besar Iran.
Pemerintah Trump sejak keluar dari JCPOA pada tahun 2018 hingga kini telah menjatuhkan beragam sanksi terhadap sejumlah sektor ekonomi Iran dan bahkan warga dan perusahaan asing pun tak luput dari sanksi dengan dalih memiliki hubungan dengan Iran. Meski demikian para pengamat serta lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) mengakui bahwa mengingat resistensi Iran, dampak sanksi AS terhadap ekonomi Iran pupus dan Washington tidak memiliki sarana sanksi lebih banyak untuk menekan Tehran.
Menurut Senator Demokrat, Chris Murphy, “Trump menghancurkan kesepakatan nuklir dan berjanji membentuk sistem baru melalui represi internasional sehingga Iran terpaksa menyetujui kesepakatan baru dan lebih baik. Jelas bahwa rencana tersebut gagal, tidak ada yang bergabung dengan sanksi baru dan Iran memulai program nuklirnya serta tidak ada kesepakatan baru dan lebih baik.”
Washington mengklaim bahwa dengan menerapkan sanksi lebih keras sepanjang sejarah terhadap Iran dalam koridor kampanye represi maksimum, AS berhalusinasi mampu memaksa Tehran menyerah dihadapan 12 tuntutannya yang digulirkan Pompeo pada Mei 2018.
Tapi faktanya resistensi Iran dihadapan sanksi ini membuat pemerintah Donald Trump putus asa. Meski ada kegagalan ini, pemerintah Trump masih tetap bersikeras melanjutkan kebijakan gagal ini.
Pasca pandemi COVID-19 di Iran, petinggi berbagai negara dan organisasi internasional meminta pemerintah Amerika sedikitnya menurunkan sebagian sanksinya terhadap Iran dan sejumlah negara anti hegemoni Washington seperti Venezuela sehingga sektor kesehatan negara-negara tersebut dengan baik mampu menanganai wabah Corona. Tapi ternyata pemerintah Amerika menganggap wabah ini sebagai kesempatan besar untuk menekan negara-negara anti Washington.
Dalam hal ini, AS bukan saja tidak merespon positif atas permintaan ini, bahkan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, Venezuela, individu dan berbagai perusahaan yang dianggap Washington melakukan kerja sama dengan Tehran. (MF)