RS Bulan Sabit Merah Iran di Beirut Tangani 700 Warga Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/iran-i84209-rs_bulan_sabit_merah_iran_di_beirut_tangani_700_warga_lebanon
Direktur Rumah Sakit Lapangan Bulan Sabit Merah Iran di Beirut mengumumkan bahwa 700 orang yang terluka dalam ledakan baru-baru ini di pelabuhan kota ini mendapat layanan medis para dokter relawan Iran.
(last modified 2026-02-25T09:50:49+00:00 )
Aug 12, 2020 17:22 Asia/Jakarta
  • Penampakan Rumah Sakit Lapangan Iran di Beirut
    Penampakan Rumah Sakit Lapangan Iran di Beirut

Direktur Rumah Sakit Lapangan Bulan Sabit Merah Iran di Beirut mengumumkan bahwa 700 orang yang terluka dalam ledakan baru-baru ini di pelabuhan kota ini mendapat layanan medis para dokter relawan Iran.

Mohammad Baqer Mohammadi, Direktur Rumah Sakit Lapangan Bulan Sabit Merah Iran di Beirut hari Rabu menjelaskan, "Hingga akhir kemarin (Selasa, 11/08/2020), lebih dari 700 orang telah menerima layanan medis, termasuk dokter umum, ahli ortopedi, ahli anestesi, ahli bedah, dokter anak, ahli saraf dan layanan keperawatan seperti melakukan dan mengganti perban, operasi kecil, suntikan, jahitan, pengangkatan benda asing dari mata, anggota tubuh, dan bidai dari Rumah Sakit Lapangan Iran.

Rumah Sakit Lapangan Bulan Sabit Merah Iran di Beirut

Mohammadi mengingatkan, "Memberikan pelayanan kemanusiaan kepada para korban segala jenis kecelakaan, bencana dan korban perang serta konflik bersenjata merupakan salah satu tujuan dan tugas organisasi internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, di mana Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran dalam kejadian pahit ini telah melakukan kewajiban moral dan manusiawinya."

Sebelumnya, Karim Hemmati, Ketua Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran, mengumumkan, "Setelah bencana ledakan di Beirut, 95 ton berbagai barang bantuan telah dikirim oleh Iran ke Lebanon dan empat pengiriman 60 ton lainnya sedang dikirim."

Sebuah ledakan besar terjadi pada 4 Agustus di gudang pembakar di pelabuhan Beirut, menyebabkan ledakan besar di gudang terdekat yang berisi amonium nitrat.

Lebih dari 170 orang tewas dan sekitar 6.000 lainnya cedera dalam ledakan itu, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.