Pernyataan Ulama Sunni Iran Mengenai Hubungan UEA-Israel
-
Unjuk rasa warga Palestina terhadap normalisasi hubungan UEA dan rezim Zionis Israel.
Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah (Sunni) di Republik Islam Iran menyampaikan pernyataan dan pesan kepada ulama dan cendekiawan Muslim dunia Islam terkait kesepakatan dan normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan rezim Zionis Israel pada pertengahan bulan Agustus 2020.
UEA melanjutkan kemesraannya dengan rezim Zionis dan secara resmi mengumumkan hubungan diplomatik kedua pihak pada Kamis, 13 Agustus 2020.
UEA dan rezim ZIonis berencana untuk bertukar kedutaan dan duta besar. Dengan kesepakatan ini, UEA menjadi negara Arab ketiga yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania, masing-masing pada 1979 dan 1994.
Berikut adalah teks pesan dan pernyataan para ulama Sunni Iran:
بسم الله الرحمن الرحیم
یا ایَّها الذینَ آمَنوا لا تَتَوَلَّوا قَوماً غَضِبَ اللهُ عَلَیهِم قَد یَئِسوا مِنَ الاخِرَهِ کَما یَئِسَ الکُفّارُ مِن اَصحابِ القُبُورِ (آیه 13 سوره ممتحنه)
Bismillahirrahmanirrahim
"Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, janganlah kalian jadikan kaum yang dimurkai Allah sebagai penolong. Sesungguhnya mereka itu telah berputus asa terhadap negeri akhirat dengan pembalasan dan perhitungan yang ada sebagaimana orang-orang kafir berputus asa terhadap peristiwa dihidupkannya kembali para penghuni kubur". (al-Mumtahina 13)
Para Ulama dan Cendekiawan yang Mulia dan Terhormat
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Berita tentang kesepakatan memalukan antara pemerintah UEA dan rezim penjajah Zionis yang bertujuan untuk secara resmi membangun hubungan diplomatik telah menyakiti hati semua umat Islam dunia, dan mengubah nama Uni Emirat Arab di benak para penuntut kebebasan dan kemerdekaan dunia menjadi Uni Emirat Ibrani.
Pengkhianatan berturut-turut beberapa penguasa dunia Islam dan perjanjian-perjanjian yang memalukan serta konspirasi Amerika, Ibrani dan Arab, –meskipun merupakan pukulan terhadap tubuh Islam, kehormatan dan kemanusiaan–, namun masalah mempertahankan Palestina yang tertindas dan al-Quds Sharif adalah cita-cita bersama Umat Islam, dan gerakan-gerakan tercela seperti itu tidak akan menimbulkan sedikit pun keraguan atau gangguan terhadap keinginan umat Islam.
Selama lebih dari 80 tahun, rezim Zionis telah merampas hak-hak dasar bangsa tertindas Palestina melalui pendudukan, perampasan, penjarahan dan penindasan, serta "menawan" Kiblat Pertama umat Isalm.
Arogansi global dan Zionisme internasional selama bertahun-tahun itu, tidak pernah berhenti sejenak pun dari konspirasi dan kejahatannya dalam kerangka menghilangkan identitas al-Quds Sharif dan Islam di bumi para Nabi Besar Allah Swt, yaitu Palestina tercinta. Pengkhianatan beberapa pemimpin negara Muslim telah mengobarkan api hasutan besar tersebut dan melipatgandakan ketertindasan rakyat terhormat Palestina hingga ratusan kali lipat.
Sungguh memalukan bagi para pengkhianat yang berteman dengan musuh Islam yang paling keras dan musuh Nabi Islam Muhammad SAW, dan membubuhkan stempel jual diri dan menyerah di dahi mereka untuk selamanya.
Kami para ulama Sunni Iran mengecam dimulainya hubungan resmi UEA dengan rezim penjajah Israel dan mengungkapkan simpati kami kepada rakyat tertindas Palestina.
Kami menyerukan kepada para ulama dunia Islam, –dengan mengamalkan risalah dan misi agama dan kemanusiaan–, selain mengecam kesepakatan yang memalukan ini, juga untuk menegaskan penciptaan persatuan dan pencegahan perpecahan mazhab dalam dunia Islam.
Dan kami juga menyerukan mereka, –dengan mengenal lebih tentang kebijakan-kebijakan jahat Amerika Serikat dan rezim pembubunuh anak-anak (rezim Zionis Israel)– untuk mengajak umat Islam sepenuhnya waspada dan membela cita-cita bersama bangsa tercinta Palestina.
Selain itu, –dengan mendukung kebijakan makro Republik Islam Iran yang tidak mengakui rezim ilegal Israel dan mengajak rakyat heroik Palestina untuk sungguh-sungguh, sabar dan berjuang tanpa lelah dalam melawan rezim penjajah al-Quds– kami mengingatkan sejumlah penguasa negara-negara Muslim tentang pentingnya memainkan peran konstruktif dan membela orang-orang tertindas serta mencegah penodaan sejarah.
Diharapkan bahwa semua umat Islam, didampingi oleh para ulama yang berkomitmen dan berpengetahuan luas, akan berdiri untuk mendukung Palestina dan hak-hak rakyatnya yang tertindas, dan dengan mengambil keputusan yang tegas, mereka tidak akan membiarkan pengkhianatan memalukan beberapa pemerintahan reaksioner, membuat darah para Syuhada dan usaha serta penderitaan para Mujahidin Fi Sabilillah selama 80 tahun, menjadi sia-sia.
Semoga peradaban Islam baru segera terbentuk dengan pembentukan Islam yang bersatu dan berporos pada al-Quran dan cita-cita bersama, termasuk cita-cita al-Quds Sharif, serta bendera kebanggaan "La Ilaha Illaallah" akan dikibarkan di seluruh alam semesta.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Para ulama dan anggota Dewan Perencanaan Madrasah-madrasah (Sekolah) Ilmu Keagamaan Ahlus Sunnah, imam-imam Shalat Jumat, dan pemimpin-pemimpin Madrasah Ilmu Agama serta Anggota Dewan Ifta dan Ulama Sunni Iran.
(RA)