Zarif: Api Asyura tidak akan Padam di Hati Pecinta Kebebasan di Dunia
-
Menlu Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran di pesan terpisahnya bertepatan dengan bulan suci Muharram dan acara duka untuk Imam Husein as yang ditulis dengan bahasa Arab dan Inggris menekankan, Asyura pelajaran bersejarah di mana apinya tidak akan pernah padam di hati-hati umat Muslim dan pecinta kebebasan di dunia.
Imam Husein as, imam ketiga Syiah gugur syahid pada 10 Muharram 61 H di Padang Karbala. Melalui pengorbanan besar di Karbala, Imam Husein telah memberi pelajaran kepada seluruh dunia mengenai kebebasan dan kehormatan.
Mohammad Javad Zarif Sabtu (29/8/2020) di akun Twitternya menulis pesan dengan bahasa Arab, telah berabad-abad umat manusia setiap tahun memperingati hari kesyahidan Husein bin Ali as.
“Asyura memberi kekuatan kepada umat Muslim dan pecinta kebebasan di dunia dalam melawan kezaliman dan despotisme,” ungkap Zarif.
Di pesannya berbahasa Inggris, Zarif menulis, sejak tahun 680 M hingga kini jutaan orang Muslim menggelar peringatan acara kesyahidan Imam Husein as.
Zarif mengingatkan, telah berabad-abad peringatan pengorbanan besar Imam Husein membuat hati dan jiwa pengikutnya bergabung dengan muqawama melawan kezaliman.
Menlu Zarif di pesannya mengisyaratkan ucapan Imam Husein as yang berkata, “Aku memandang kematian seperti kebahagiaan dan kehidupan bersama orang zalim sebuah penderitaan.”
Imam Husein di peristiwa Karbala dengan jelas menekankan, “Tujuanku adalah menguak pemerintahan anti Islam, menegakkan amar makruf dan nahi munkar serta melawan kezaliman.”
Pelajaran dari kebangkitan Imam Husein as seluas sejarah dan geografi seluruh penciptaan dan umat manusia serta tidak dapat dibatasi. (MF)