Rahbar Menghadiri Acara Duka Syahadah Imam Sajjad AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i85248-rahbar_menghadiri_acara_duka_syahadah_imam_sajjad_as
Acara duka memperingati kesyahidan Imam Sajjad as, Imam keempat Syiah sedunia, diadakan Senin (14/09/2020) di Huseiniyah Imam Khomeini yang dihadiri oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam.
(last modified 2026-02-13T17:18:09+00:00 )
Sep 14, 2020 17:06 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengikuti acara duka syahadah Imam Sajjad as
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengikuti acara duka syahadah Imam Sajjad as

Acara duka memperingati kesyahidan Imam Sajjad as, Imam keempat Syiah sedunia, diadakan Senin (14/09/2020) di Huseiniyah Imam Khomeini yang dihadiri oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam.

Hari ini, Senin 25 Muharram 1442 HS, bertepatan dengan 14 September 2020, menurut sebuah riwayat, hari kesyahidan Imam Zain al-Abidin as yang dijuluki "Sajjad", putra Imam Husein as dan salah satu keturunan murni Nabi Muhammad Saw.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

Imam Zain al-Abidin as, Imam Keempat Syiah, lahir pada tahun 38 HQ di kota Madinah. Ia hidup di era yang sangat sulit bagi keluarga Nabi Saw.

Imam Sajjad as, yang terbaring di tempat tidur selama peristiwa Karbala, setelah gerakan besar Imam Husein as, mengambil tanggung jawab yang berat untuk menyebarkan pesan gerakan ini dan melanjutkan jalan ayahnya yang mulia, dan untuk menunjukkan sifat dan pentingnya kebangkitan ini.

Imam Keempat Syiah mencoba membangun peradaban dan budaya Islam dan menyebarkan ajaran murni al-Quran, serta dengan pencerahan khususnya, melatih cendekiawan Muslim untuk melestarikan al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw.

Dengan mengumpulkan orang-orang yang layak, ia menempatkan mereka di bawah ajaran agamanya, sedemikian rupa sehingga menurut riwayat sejarah, murid-murid terkemuka Imam Sajjad disebutkan sebanyak 170 orang.

Warisan berharga Imam Sajjad as lainnya bagi umat Islam adalah sebuah buku berjudul "Sahifah Sajjadiah". Meskipun buku ini berbentuk doa dan munajat, namun di dalamnya terkandung banyak kebenaran ilmu dan pengetahuan Islam dan irfan, hukum dan aturan agama, isu-isu politik, sosial, pendidikan dan moral yang sensitif.