Zarif ke Pakistan; Mengembangkan Hubungan Politik dalam Situasi Sensitif
Pembangunan hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara tetangga merupakan salah satu prioritas kebijakan luar negeri Republik Islam Iran.
Dalam konteks ini, hubungan Iran dengan Pakistan dengan memperhatikan tiga komponen; keamanan, ekonomi, budaya, dan nilai-nilai agama bersama sangat penting. Menekankan masalah ini, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mencuit pada Senin (09/11/2020) malam pada kunjungannya ke ibu kota Pakistan, Islamabad, "Pembicaraan tingkat tinggi tentang berbagai masalah bilateral bilateral dan regional dengan saudara saya Shah Mahmood Qureshi, Menteri Luar Negeri, Jenderal Bajwa, Komandan Angkatan Bersenjata dan Perdana Menteri Imran Khan akan diadakan di Pakistan pada hari Selasa."
Kerja sama Iran-Pakistan memiliki kepentingan strategis karena dua alasan:
Alasan pertama adalah posisi geopolitik kawasan dan kapasitas unik yang diciptakan oleh posisi ini untuk kerja sama bilateral dan multilateral.
Republik Islam Iran memiliki perbatasan darat dan laut secara bersamaan dengan empat dari 15 negara tetangganya, termasuk Pakistan. Pentingnya menjaga keamanan di perbatasan kedua negara guna menghadapi bersama-sama berbagai faktor yang mengancam di wilayah tersebut.
Perbatasan Iran dan Pakistan telah beberapa kali diserang oleh kelompok teroris dan penjahat bersenjata, dan sejumlah penjaga perbatasan Iran telah menjadi martir. Kejahatan ini telah mempengaruhi hubungan Iran-Pakistan dan keamanan regional. Republik Islam Iran sangat percaya bahwa dengan kerja sama negara-negara tetangga, keamanan di kawasan dapat terjamin tanpa perlu kehadiran pihak asing, dan dengan keamanan kolektif, kerjasama ekonomi jangka panjang dapat dikembangkan dengan menggunakan kepentingan bersama dalam hubungan intra-regional.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, setahun yang lalu (13 Oktober 2019) selama pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Tehran menilai hubungan antara Iran dan Pakistan sangat dalam dan merakyat seraya menekankan, "Pandangan Republik Islam Iran tentang Pakistan adalah pandangan saudara tetangga dan meskipun ada kesempatan unik ini, hubungan antara kedua negara harus jauh lebih hangat dan lebih baik daripada situasi saat ini serta keamanan perbatasan harus ditingkatkan dan berbagai program yang tertunda seperti jaringan pipa gas harus disempurnakan."
Alasan kedua, kunjungan Menlu Iran ke Pakistan memiliki kepentingan strategis dalam hal memperkuat konvergensi untuk stabilitas dan keamanan, serta menggunakan kapabilitas kawasan untuk menangkal ancaman.
Melihat ke belakang menunjukkan bahwa Amerika Serikat membahayakan keamanan kawasan dengan menerapkan rencana separatis di kawasan dan dengan membentuk kelompok teroris seperti al-Qaeda dan dengan mendukung Daesh (ISIS) dan kelompok teroris. Amerika Serikat juga berusaaha untuk memaksakan hegemoninya pada negara-negara kawasan.
Dampak yang menghancurkan dari gerakan ini dapat dilihat di Afghanistan dan Irak, yang mengakibatkan penyebaran terorisme, ketidakamanan, dan perang. Negara-negara di kawasan ini sekarang memiliki pemahaman yang sama bahwa ketidakamanan memiliki efek yang meluas, itulah sebabnya setiap orang prihatin tentang perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa isu-isu yang menjadi sasaran selama kunjungan Zarif ke Islamabad menunjukkan pendekatan bersama Tehran dan Islamabad untuk konvergensi dengan memanfaatkan dua komponen yaitu “ekonomi” dan “keamanan” maka dapat memperkuat bidang kerja sama di kawasan.