Bebaskan Aset Iran, Keputusan Soal Tanker Korsel Bisa Berubah
-
Mojtaba Zonnour
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menegaskan bahwa penahanan kapal tanker Korea Selatan, tidak ada kaitan sama sekali dengan aset Iran yang diblokir negara itu. Namun menurutnya, pengembalian aset oleh Korsel akan berpengaruh pada keputusan Mahkamah Agung Iran terkait tanker.
Seperti dikutip IRNA (29/1/2021), Mojtaba Zonnour dalam pertemuan dengan Kepala Komisi Luar Negeri dan Unifikasi, Dewan Nasional Korea Selatan, Song Young Gil menuturkan, pemblokiran aset Iran di Korea Selatan dipengaruhi oleh ancaman sanksi Amerika Serikat.
Ia menambahkan, meski pemerintah Korea Selatan berjanji akan membebaskan aset Iran, namun sampai sekarang masih belum ada langkah nyata dari Seoul dalam hal ini.
Mojtaba Zonnour menjelaskan, masalah teknis dan lingkungan hidup terkait kapal tanker Korsel yang ditahan, tidak ada hubungannya dengan aset Iran yang diblokir di Seoul.
Menurut Zonnour, pemerintah Korsel mengetahui dengan baik bahwa aset Iran yang diblokir berasal dari penjualan minyak, kondensat dan produk petrokimia, dan Seoul sebelumnya telah mendapat izin dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Amerika, OFAC utnuk membeli produk Iran ini.
Oleh karena itu, katanya, aset Iran di Korsel bisa dicairkan, dan Bank Sentral Iran telah menyampaikan sejumlah usulan yang mungkin dijalankan.
Sementara itu Song Young Gil dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa Korsel bertekad untuk memperkuat hubungan dengan Iran di berbagai bidang.
Ia menegaskan, Parlemen Korsel bertekad untuk menyelesaikan masalah deposit Iran di negara kami sampai akhir, dan membuka jalan agar Iran bisa mendapatkan asetnya di Seoul. (HS)