Jawaban Tegas Menhan Iran atas Ancaman Israel
https://parstoday.ir/id/news/iran-i91068-jawaban_tegas_menhan_iran_atas_ancaman_israel
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, suara rezim Zionis Israel dalam mengancam Iran keras, tapi dalam praktik ia tidak punya keberanian dan kemampuan untuk melakukan apapun.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 09, 2021 13:26 Asia/Jakarta
  • Brigjend Ami Hatami
    Brigjend Ami Hatami

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, suara rezim Zionis Israel dalam mengancam Iran keras, tapi dalam praktik ia tidak punya keberanian dan kemampuan untuk melakukan apapun.

Brigjend Amir Hatami, Senin (8/2/2021) menuturkan, Israel seperti seekor binatang yang bermulut besar dan lebar, ia berteriak dan mengancam, tapi hanya punya sedikit keberanian dan kemampuan, ia tidak punya kekuatan untuk membuktikan ancaman-ancamannya.

Kekerasan dan haus perang merupakan inti dari Angkatan Bersenjata Israel, dan berdasarkan data lembaga-lembaga riset Barat semacam Gallup, anggaran militer terbesar di dunia yang dimiliki oleh Amerika Serikat, turut dirasakan oleh Israel dalam bentuk pasokan persenjataan canggih.

Akan tetapi pertanyaan pentingnya adalah mengapa Amerika dan Israel dalam beberapa tahun terakhir tidak terbukti memiliki keberanian menyerang Iran secara militer ?

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya di hadapan staf komandan Angkatan Udara Militer Iran hari Minggu (7/2) menyebut alasan ketakutan dan kekhawatiran rezim-rezim boneka Amerika di kawasan terutama Israel, dan bualan terbaru mereka, adalah ketakutan dan kecemasan atas realitas keruntuhan Amerika di arena internasional dan internal.

Menurut Rahbar, kegaduhan yang diciptakan oleh Amerika, Eropa dan bersatunya mereka dalam kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran, adalah pengulangan kebijakan gagal sebelumnya dan sekarang dimensi luas kegagalannya semakin tampak.

Ancaman-ancaman yang dikeluarkan Israel terhadap Iran juga dapat dievaluasi dalam kerangka ini. Salah seorang analis politik, Qassem Izzudin terkait alasan ketidakmampuan Israel menyerang Iran dan poros perlawanan mengatakan, kekalahan Israel di medan perang dimulai dengan kegagalan kalkulasi politik Amerika dan Barat untuk menundukkan Iran dan poros perlawanan.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Israel Aviv Kochavi

 

Ia menambahkan, kebuntuan yang dihadapi Israel yang berujung ketidakmampuannya berperang, tidak lain adalah kebuntuan dan ketidakmampuan Amerika dalam memerangi Iran karena perimbangan kekuatan mengerikan yang diciptakan Iran dengan ancaman balasan total terhadap pangkalan dan kepentingan Amerika di kawasan.

Angkatan Bersenjata Iran di hadapan berbagai macam ancaman menunjukkan kekuatan dan pencegahan yang diperlukan. Sebagaimana ditegaskan Menhan Iran, dalam kasus teror terhadap Letjend Qassem Soleimani, tidak ada seorangpun yang mengira sebuah negara bisa menyerang langsung pangkalan militer Amerika.

Namun, imbuhnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC membalas kejahatan teror militer Amerika pada 8 Januari 2020 dengan melesakkan lebih dari 10 unit rudal ke pangkalan militer Amerika, Ayn Al Assad di Provinsi Al Anbar, Irak.

Kekuatan pertahanan Iran hari ini sedemikian besar sehingga musuh tidak berani melancarkan serangan militer langsung terhadap negara ini. Musuh hanya beretorika dan tidak melakukan apapun.

10 manuver militer besar di darat, udara dan laut serta sistem pertahanan yang dilakukan Iran dalam waktu yang terhitung cukup pendek, merupakan bukti kesiapan tinggi Angkatan Bersenjata Iran. Maka dari itu musuh terpaksa menerima realitas dan mengubah kalkulasinya terkait kekuatan militer Iran. Karena jika tidak mereka akan kembali melakukan kesalahan besar.

Ancaman Israel terhadap Iran dari sudut pandang ini memiliki dua sisi, pertama, hal itu merupakan upaya membesar-besarkan masalah dan menciptakan propaganda Israel, dan ini bukan barang baru, dan sisi kedua merupakan luapan kemarahan Israel karena ketidakmampuan serta ketakutannya atas perubahan perimbangan kekuatan regional, dan keruntuhan Amerika.

Di antara kedua dimensi tersebut, kenyataan lain yang tak bisa dibantah adalah Republik Islam Iran memiliki kekuatan besar untuk membalas ancaman dan serangan terhadap dirinya. (HS)